Trem hidrogen asal Tiongkok (chinanews.com) Trem hidrogen asal Tiongkok. (chinanews.com)
Rabu, 1 November 2017 10:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Roda 4 Share :

Inilah Trem Pertama di Dunia yang Digerakan dengan Hidrogen

Kini sudah ada trem yang hanya mengeluarkan air sebagai polusi.

Solopos.com, TANGSHAN – Tiongkok melakukan terobosan menakjubkan dalam hal kereta canggih. Setelah ada kereta super cepat, belum lama ini dicoba kereta bertenaga hidrogen yang hanya mengeluarkan air sebagai sisa pembakaran.

Dilansir Shanghaiist, Selasa (31/10/2017), trem pertama di dunia dengan bahan bakar hidrogen dicoba di Hebei, Kota Tangshan, Tiongkok, Kamis (26/10/2017). Trem tersebut dikembangkan oleh Tangshan Railway Vehicle Co. Ltd (TRC).

Trem tersebut mampu memuat 336 penumpang. Dalam percobaan pertama, trem itu berjalan di rel berusia 136 tahun, mencapai kecepatan maksimal hingga 70 KM, dan harus diisi ulang hidrogennya setelah berjalan sejauh 40 KM.

Interior trem berbahan bakar hidrogen (chinanews.com)

Interior trem berbahan bakar hidrogen (chinanews.com)

Trem hidgrogen disandingkan dengan trem listrik dan diklaim lebih efektif dari trem listrik yang jauh lebih dahulu doperasikan. Web City Lab menyebut bahan bakar trem hidrogen jauh lebih murah di bandingkan trem listrik. Selain itu trem hidrogen lebih cocok untuk perjalanan singkat dan bebas polusi suara. Dua hal tersebut dirasa tidak efektif apabila diaplikasikan untuk trem listrik.

Terobosan serupa sebenarnya pernah diumumkan oleh perusahaan multinasional asal Prancis, Alstom. Perusahaan tersebut sudah mengetes trem bertenaga hidrogen sejak awal tahun 2017. Namun, terobosan Alstom dengan mudah dikalahkan TRC karena tes dengan penumpang baru akan dilakukan Alstom pada tahun 2018.

 

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…