JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah warga berbaur dengan wisatawan mengunjungi berbagai wahana permainan dan kuliner di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2013-2014 di Alun-alun Utara Yogyakarta, Senin (13/01/2014). Perayaan sekaten akan ditutup dengan upacara tradisi Kundur Gongso malam ini dan Grebeg Maulud pada Selasa (14/01/2014), meski demikian pasar malam sekaten dengan beragam wahana permainannya baru akan tutup dan dibongkar pada Minggu (19/01/2014).
Rabu, 1 November 2017 20:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Haryadi Minta Pedagang dan Tukang Parkir Jangan Aji Mumpung di Sekaten

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti meminta para pelaku usaha tidak memanfaatkan gelaran Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun Utara untuk mengeruk keuntungan
Solopos.com, JOGJA -Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti meminta para pelaku usaha tidak memanfaatkan gelaran Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun Utara untuk mengeruk keuntungan di luar batas kewajaran, meski event itu dilaksanakan setahun sekali.

Baca juga : Pasar Malam Sekaten Digelar 10-30 November, Masih Ada Stan Kosong!
Tidak hanya para pedagang, namun juga para pengelola parkir di sekitar Alun-alun tidak nuthuk tarif parkir. “Kalau ada kenaikan tidak terlalu tinggi. Pokoknya jangan menggunakan event sekaten sebagai aji mumpung,” kata Haryadi di Balai Kota Jogja, Rabu (1/11/2017).

PMPS akan digelar pada 10-30 November mendatang di Altar. Ada 486 stan yang turut memeriahkan PMPS mulai dari stan permainan, pakaian, dan kuliner. Selain itu ada juga satu stan milik Pemerintah Kota Jogja. Biaya stan per meter per hari mulai dari Rp3.500-6.000 tergantung zonasi depan sampai bagian belakang pintu masuk PMPS.

Haryadi berharap PMPS tidak hanya dimaknai sebatas hiburan, namun ada nilai budaya dan religinya, karena sejarah PMPS tidak lepas dari rangkaian peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…