Ilustrasi (Istimewa/Reuters)
Rabu, 1 November 2017 18:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Gagal Merampas Kalung Emas 18 Gram, 2 Jambret Ditangkap

Dua orang jambret yang kerap beraksi di daerah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Solopos.com, KULONPROGO-Dua orang jambret yang kerap beraksi di daerah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, berhasil dibekuk oleh aparat Kepolisian Sektor Kalibawang. Setelah nyaris merampas kalung emas seberat 18 gram milik korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonprogo, Ajun Komisaris Polisi Dicky Hermansyah menuturkan, pelaku Muchamad Amir dan Markaya ditangkap oleh warga yang berada di sebuah jalan utama di Kalibawang, saat mereka mencoba merampas kalung emas milik korban bernama Floriana Purwanti, 52 tahun. Keduanya yang sama-sama berusia kepala empat ini, juga kompak merupakan residivis kasus pencurian.

“Mereka memepet motor korban dan berusaha merampas kalung secara paksa. Namun karena ada perlawanan, mereka terjatuh dari motor, dan sempat diamankan oleh warga yang ada di sekitar tempat kejadian,” kata dia, Rabu (1/11/2017).

Dicky menambahkan, dari pelaku, kepolisian menyita kalung milik korban Floriana dan dua kalung masing-masing seberat lima gram, merupakan hasil kejahatan mereka sebelumnya di wilayah Sleman. Selain itu, aparat menyita senjata tajam milik pelaku, yang diperkirakan akan digunakan bila ada perlawanan dari korbannya.

Kedua pelaku merupakan warga Magelang dan diketahui penjambret yang beraksi di Magelang, Kalibawang dan sejumlah titik di Sleman. Keduanya kini disangkakan dengan Pasal 363 ayat empat KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Salah seorang pelaku, Muchamad Amir menyatakan, mereka berdua tidak sengaja membuntuti pelaku, melainkan kebetulan lewat di daerah tersebut dan terlintas niat untuk menjambret.

Amir yang pernah empat kali dibekuk karena kasus pencurian kendaraan bermotor ini, mengaku nekat menjambret karena membutuhkan uang untuk membayar utang.

Sedangkan Markaya mengungkapkan, pisau yang mereka bawa hanyalah untuk berjaga-jaga dan belum pernah digunakan untuk melukai korban.

“Hanya untuk menakut-nakuti,” ungkap lelaki yang pernah terlibat tiga kali kasus serupa ini.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…