Ilustrasi (id.wikipedia.org)
Rabu, 1 November 2017 10:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

Dorong Kemandirian Sekolah, Ini yang Dilakukan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY

Sekolah yang akan dibina tersebut harus memiliki kesiapan SDM dan kemauan untuk maju

Solopos.com, JOGJA-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY terus berupaya meningkatkan pemerataan kemandirian sekolah yang berada di bawah naungan yayasan Muhammadiyah. Berbagai upaya pun dilakukan.

Wakil Ketua PWM DIY Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Tasman Hamami mengatakan, hal itu dilakukan untuk mendorong 70% yang butuh dukungan tersebut menjadi mapan. Hanya saja memang tidak mudah, karena berkaitan dengan sumber daya manusia dan sekolah yang berbeda-beda.

Selain itu, meski sekolah tersebut berada di bawah naungan Muhammadiyah, pihaknya tidak bisa serta merta langsung menyarankan prinsip pembagian siswa bagi sekolah yang masih kekurangan siswa. “Karena dalam batas tertentu bisa, tetapi sifatnya tidak bisa memaksa. Itu hak orang tua, ada juga misalnya orang tua, saya maunya di sekolah ini kalau nggak ini ya nggak mau. Sebenarnya sudah kami arahkan juga bahwa di tempat lain ada tetapi belum tentu orang tua mau,” jelas dia kepada Harian Jogja beberapa waktu lalu.

Baca juga : 70% Sekolah Muhammadiyah di DIY Belum Mandiri

Sistem pembinaan mulai diberlakukan untuk mengembangkan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Sekolah yang sudah mandiri tersebut membina sekolah lain yang berada di level bawahnya dengan sistem bantuan sumber daya manusia.

Namun, sekolah yang akan dibina tersebut harus memiliki kesiapan SDM dan kemauan untuk maju. Pihaknya memiliki pengalaman dalam membina sekolah kategori bawah yang sebelumnya memiliki siswa tidak sampai 50 anak, tetapi kemudian bisa berkembang bahkan bisa pararel masing-masing kelas ada empat rombongan belajar.

“Kami harapkan setiap sekolah itu punya keunggulan lokal, itu menjadi modal karena kondisi setiap sekolah berbeda,” ungkap Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga ini.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…