Deretan penjual durian mulai terlihat di ruas jalan Jogja-Wonosari tepatnya di wilayah Kecamatan Patuk. Rabu (1/11/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Deretan penjual durian mulai terlihat di ruas jalan Jogja-Wonosari tepatnya di wilayah Kecamatan Patuk. Rabu (1/11/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 1 November 2017 19:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Asyik...Sebentar Lagi Gunungkidul Bakal Panen Durian Melimpah

Kondisi tanaman durian tahun ini lebih baik daripada dua tahun terakhir.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Petani di wilayah Kecamatan Patuk bisa tersenyum lebar di tahun ini karena tanaman durian dapat berbuah maksimal. Kondisi itu sangat kontras dengan hasil panen dalam kurun waktu dua tahun terakhir, yang hampir mengalami kegagalan panen karena gangguan cuaca.

Salah seorang pemilik pohon durian di Desa Putat, Patuk Gunawan mengakui panen durian di tahun ini akan lebih maksimal. Kondisi ini tentunya membuat warga gembira karena sejak 2015 lalu hampir tidak pernah panen. “Sudah dua tahun kami tidak panen karena masalah cuaca. Tapi untuk tahun ini hasilnya lebih baik karena buah dapat berkembang dengan baik,” katanya Rabu (1/11/2017).

Menurut dia, kegagaan panen dalam kurun waktu dua tahun terakhir terjadi karena curah hujan yang melimpah. Akibatnya, bakal buah durian tidak dapat berkembang dengan baik karena mati sebelum menjadi buah. “Tapi untuk tahun ini hasilnya akan bagus karena buah yang dihasilkan banyak,” ungkapnya.

Meningkatnya produksi buah durian itu mendorong munculnya praktik ijon dalam pembelian durian. Dalam praktik ini, lahan durian atau durian yang masih mentah dibeli dulu oleh tengkulak dengan harga murah ke petani durian. Saat berbuah matang dan siap petik tengkulaklah yang menikmati hasilnya dengan harga tinggi.

Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi berharap agar petani tidak terkecoh dengan pembelian model ijon karena hanya menguntungkap para spekulan. “Lebih baik dipanen sendiri dan dijual saat sudah matang. Saya yakin keuntungan yang diperoleh akan lebih besar,” tutur dia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…