Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Rabu, 1 November 2017 21:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

APBD Sleman 2018 Defisit Sebesar Rp111,4 Miliar

Pemkab dan DPRD Sleman akhirnya mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD 2018

Solopos.com, SLEMAN– Pemkab dan DPRD Sleman akhirnya mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD 2018. Ada sejumlah masukan Dewan terkait anggaran tahun depan yang defisit sebesar Rp111,4 miliar.

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan, ada beberapa masukan yang disepakati terkait dengan pelaksanaan APBD 2018. Di antaranya, terkait dengan penyertaan modal Bank Sleman, Dewan bersepakat jika penambahan tersebut digunakan untuk penyaluran kredit UMKM.

“Terutama kredit bunga ringan maupun kredit tanpa bunga, hal ini akan sangat membantu pelaku UMKM, ” katanya,  Rabu (1/11/2017) saat Paripurna APBD 2018.

Terkait rencana pengambilalihan (akuisisi) aset PDAM terhadap pelanggan kota yang memanfaatkan sumber air di wilayah Sleman, katanya, Dewan mendesak untuk segera ditindaklanjuti. Termasuk perlunya Pemkab melakukan kajian mendalam tentang perkembangan daerah untuk memperkirakan lahan-lahan parkir yang nantinya akan bermunculan.

“Kedua hal ini nantinya diharapkan dapat menjadi potensi peningkatan PAD, ” katanya.

Pada Rapur tersebut,  baik Pemkab maupun Dewan menyepakati Anggaran Pendapatan 2018 sebesar Rp2,48 triliun sementara Anggaran Belanja sebesar Rp2,59 triliun.

Alhasil, terjadi defisit anggran sebesar Rp111,4 miliar. APBD Sleman tahun depan juga mencatat penerimaan pembiayaan Rp158,4 miliar sementara pengeluaran pembiayaan hanya Rp47 miliar dengan pembiayaan netto sebesar Rp 111,4 miliar.

“Kami menyetujui penetapan APBD 2018 ini karena sudah melewati rapat-rapat dan proses pembahasan baik antara SKPD dengan Komisi di Dewan,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…