Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 1 November 2017 22:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Air Melimpah, PDAM Sleman Ingin Punya 48.000 Pelanggan

Kapasitas debit air PDAM Sleman meningkat.

Solopos.com, SLEMAN— Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman ditargetkan memiliki 48.000 pelanggan pada 2021. Debit air yang disuplai PDAM Sleman kini meningkat.

Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Nurwanta mengatakan, lembaganya pada 2021 menargetkan sambungan dari 33.000 pelanggan saat ini menjadi 48.000 pelanggan. Perusahaan daerah ini juga berambisi mengembangkan cakupan layanan dari 23% menjadi 36%. “Tahun depan, sebanyak 8.000 sambungan rumah warga Sleman diharapkan bisa menjadi pelanggan kami,” kata Dwi Nurwanta, Rabu (1/11/2017).

Penambahan pelanggan tersebut sesuai dengan kapasitas PDAM menyuplai air bersih. Tahun ini kata dia, debit produksi air PDAM bertambah 50 liter per detik setelah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kartamantul diresmikan. Dengan penambahan tersebut total produksi PDAM Sleman mencapai 420 liter per detik.

Dwi Nurwanta juga berbicara mengenai kemampuan PDAM Sleman melayani kebutuhan air bersih untuk 7.000 sambungan rumah di Sleman yang kini maish menumpang layanan air besih dari PDAM Kota Jogja. Seperti diketahui, DPRD Sleman mendesak Pemkab mengambil alih 7.000 pelanggan warga Sleman yang kini menjadi pelanggan PDAM Kota Jogja agar beralih ke PDAM Sleman.

“Tidak ada masalah jika pelanggan PDAM Jogja nantinya kami layani,” ujarnya.Sebagai operator penyaluran air bersih, pihaknya hanya menunggu regulasi terkait rencana akuisisi pelanggan PDAM Jogja tersebut. Diakuinya,  persebaran warga Sleman yang menjadi pelanggan PDAM Jogja tersebut berada di beberapa lokasi. Seperti Ngaglik,  Kentungan, dan Kecamatan Mlati. “Pada prinsipnya kami siap melayani mereka.  Tapi upaya itu tentunya masih menunggu adanya regulasi yang mengatur proses perperalihan itu, ” jelasnya.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…