Ilustrasi (id.wikipedia.org)
Rabu, 1 November 2017 10:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

70% Sekolah Muhammadiyah di DIY Belum Mandiri

Ada tiga klasifikasi yaitu kelas tinggi yang dianggap sudah mandiri atau dapat disebut sekolah menjadi pilihan masyarakat

Solopos.com, JOGJA-Persentase sekolah di bawah naungan yayasan Muhammadiyah yang belum mandiri masih cukup tinggi untuk wilayah DIY hingga mencapai 70%.

Sebanyak 30% sisanya dianggap sudah mapan didorong untuk dapat memberikan dukungan terhadap sekolah yang belum sepenuhnya mandiri. Wakil Ketua PWM DIY Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Tasman Hamami menjelaskan, PWM DIY melakukan pemeringkatan kategori sekolah di bawah naungan Muhammadiyah baik dari dasar hingga menengah.

Ada tiga klasifikasi yaitu kelas tinggi yang dianggap sudah mandiri atau dapat disebut sekolah menjadi pilihan masyarakat. Kedua, kelas menengah atau dalam keadaan berkembang dan ketiga, kelas bawah yang belum berkembang atau masih kekurangan siswa.

“Kategori atas kita anggap dia bisa mandiri bahkan bisa membantu yang lain. Termasuk SD Sapen, Muha [SMP Muhammadiyah 2 Jogja], Muhi [SMA Muhammadiyah 1 Jogja] kategorikan tingkatan pertama,” terangnya kepada Harian Jogja, akhir pekan lalu.

Jumlah tingkat pertama atau mandiri tersebut, kata Tasman, mencapai 30% dari total 464 sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMA. Adapun jumlah siswa Muhammadiyah di DIY mencapai 60.000 anak.

Kemudian, kategori menengah dan bawah totalnya mencapai 70% yang seluruhnya masih membutuhkan dukungan. Angka 30% itu paling banyak secara umum di Jogja, sedangkan sisa 70% didominasi berada di wilayah Gunungkidul dan Kulonprogo.

Pada kategori bawah, pemeringkatan dilakukan dengan melihat kekurangan sarana prasarana pendidikan yang masih terbatas kemudian berkaitan dengan lingkungan orangtua siswa dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan.

“Misalnya di Gunungkidul itu dari sisi sosial ekonomi berbeda dengan kota [Jogja]. Kami tidak bisa menafikan untuk kontribusi secara finansial berbeda kekuatannya,” kata dia.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…