Sejumlah pekerja membangun Kantor Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Sabtu (28/10/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Sejumlah pekerja membangun Kantor Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Sabtu (28/10/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Senin, 30 Oktober 2017 21:15 WIB Suharsih/Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PEMBANGUNAN KARANGANYAR
Kabel Telepon di Area Pembangunan Kantor Kecamatan Karangpandan Bukan Milik PT Telkom

PT Telkom memastikan kabel telepon yang dianggap mengganggu pekerjaan pembangunan Kantor Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, bukan milik mereka.

Solopos.com, KARANGANYAR — PT Telkom Solo memastikan kabel telepon di lokasi pembangunan Kantor Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, bukan milik perusahaan tersebut.

PT Telkom juga tidak pernah menerima surat permohonan dari Pemerintah Kecamatan Karangpandan agar memindahkan kabel atau tiang telepon itu.

General Manager Witel Solo, Pribadi Nirwana, melalui siaran pers yang diterima Solopos.com, Senin (20/10/2017) malam, mengatakan langsung mengecek ke lokasi setelah muncul informasi terkait keberadaan kabel telepon yang dianggap menghambat proyek pembangunan Kantor Kecamatan Karangpandan.

“Hasil pengecekan kabel telepon itu dipastikan bukan milik PT Telkom melainkan milik operator lain,” jelas Pribadi dalam siaran pers tersebut.

Pribadi menambahkan PT Telkom tidak pernah menerima surat dari Pemerintah Kecamatan Karangpandan terkait keberadaan kabel tersebut. Namun, dia menjelaskan petugas utusan dari Pemerintah Kecamatan Karangpandan pernah datang ke Plasa Telkom Karanganyar untuk menanyakan soal kabel tersebut.

“Petugas tersebut sudah diberi diberi penjelasan oleh petugas kami bahwa kabel itu bukan milik PT Telkom,” kata Pribadi.

Sebagaimana diinformasikan, para pekerja proyek pembangunan Kantor Kecamatan Karangpandan mengeluhkan pekerjaan mereka terganggu adanya kabel telepon di sekitar lokasi proyek. Mereka berharap kabel itu segera dibongkar.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…