Warga menunjukkan kartu Brizzi yang dibelinya langsung dari pegawai BRI Cabang Sragen saat kampanye dan sosialisasi Brizzi di CFD Sragen, Minggu (29/10/2017). (Istimewa/Andika Sibarani/BRI Cabang Sragen)
Senin, 30 Oktober 2017 20:05 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

BRI Sragen Kampanyekan Gerakan Inklusi Keuangan Lewat Kartu Brizzi

BRI Sragen mengampanyekan gerakan inklusi keuangan.

Solopos.com, SRAGEN — Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sragen gencar berkampanye dan sosialisasi sekaligus menawarkan produk kartu Brizzi atau kartu elektronik BRI kepada warga Sragen dengan memanfaatkan arena car free day (CFD) Sragen, Minggu (29/10/2017).

Kampanye tersebut dilakukan BRI sebagai tindak lanjut atas instruksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam gerakan inklusi keuangan dengan tema Digital Financial Inclution.

Kampanye dan sosialisasi tersebut dilakukan tim BRI Cabang Sragen. Mereka menyebar sebanyak 100 lembar brosur kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu para pegawai BRI sekaligus menawarkan produk kartu Brizzi tersebut kepada warga yang berminat.

“Ternyata memang ada sejumlah warga yang langsung membeli kartu itu karena manfaatnya banyak,” ujar Pimpinan Cabang BRI Sragen Andika Sibarani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/10/2017).

Instruksi OJK bernomor S-324/KO/0301/2017 tertanggal 20 Oktober 2017 itu juga disikapi BRI Cabang Sragen dengan menyiapkan pengadaan kartu elektronik itu. Andika menyampaikan persiapan BRI dilakukan untuk menghadapi elektronikasi jalan tol yang diberlakukan secara serentak di semua gerbang tol di Indonesia per Selasa (31/10/2017) ini.

Dia menyampaikan mulai Selasa ini semua gerbang tol di Indonesia hanya melayani pembayaran masuk tol lewat kartu elektronik atau nontunai.

Pimpinan Cabang BRI Sragen Andika Sibarani. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Pimpinan Cabang BRI Sragen Andika Sibarani. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

“Penggunaan kartu elektronik Brizzi itu bagian dari kampanye gerakan inklusi keuangan karena kartu Brizzi bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang akan memanfaatkan jalur tol. Kartu Brizzi juga bisa digunakan untuk berbelanja pada gerai-gerai yang bekerja sama dengan BRI. Cara mendapatkan kartu itu sangat mudah, yakni dengan datang ke Kantor Cabang BRI, Kantor Cabang Pembantu BRI, Kantor Unit BRI, dan agen BRI-link terdekat,” ujarnya.

Kartu itu dijual dengan harga Rp20.000 per keping. Setelah membeli kartu, kata dia, warga bisa memanfaatkan kartu itu dengan mengisi saldo kartu lewat layanan ATM BRI, Internet banking, atau beli ke gerail retail yang bekerja sama dengan BRI terdekat. Warga bisa mengisi saldo atau top up maksimal Rp1 juta per kartu.

Andika menjelaskan kartu Brizzi juga bisa digunakan untuk alat pembayaran nontunai di jasa transportasi publik seperti busway, kereta api listrik, parkir elektronik, toko modern, sampai tempat wisata.

“Jadi kemarin [Sabtu 28/10/2017], saya ke Jakarta itu ternyata semua gerbang tol sudah tidak melayani pembayaran tunai. Artinya, belum 31 Oktober 2017, gerbang tol sudah melayani pembayaran dengan cara non tunai,” kata dia.

Andika menyampaikan total transaksi di gerbang jalan tol di Indonesia itu mencapai 2,5 juta transaksi per hari. Pelayanan transaksi nontunai baru dilakukan 38% sehingga masih ada 62% yang menjadi peluang untuk menggunakan transaksi nontunai dengan kartu elektronik.

Peluang itu kemudian diambil oleh lima bank, yakni BCA, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BRI. “Masing-masing punya produk sendiri seperti BRI memiliki Brizzi,” tambahnya.

BRI Cabang Sragen sudah menyiapkan stok kartu Brizzi sebanyak 400 keping. Dalam waktu dekat, BRI Cabang Sragen juga memesan pengadaan sebanyak 1.000 keping Brizzi. Semua kartu yang tersedia sudah dibagikan ke unit pelayanan BRI di Bumi Sukowati.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…