Pengunjuk rasa dari Forum Taksi Jawa Tengah berjalan di antara deretan taksi saat berlangsung unjuk rasa menolak angkutan online di Kota Semarang, Jateng, Kamis (7/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Pengunjuk rasa dari Forum Taksi Jawa Tengah berjalan di antara deretan taksi saat berlangsung unjuk rasa menolak angkutan online di Kota Semarang, Jateng, Kamis (7/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Minggu, 29 Oktober 2017 17:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

TRANSPORTASI SOLO
Tak Jadi Senin, Taksi Lokal Mogok Massal pada Rabu

Transportasi Solo, pengemudi taksi lokal akan menggelar demo dan mogok massal pada Rabu.

Solopos.com, SOLO — Pengemudi taksi lokal Solo batal menggelar demo dan mogok beroperasi pada Senin (30/10/2017). Sebagai gantinya, pengemudi taksi lokal Solo akan melaksanakan demo dan mogok beroperasi pada Rabu (1/11/2017) mendatang.

Ketua Barisan Anti Angkutan Ilegal (Bantai) Soloraya, Pramono, mengatakan pengemudi taksi lokal Solo batal menggelar demo dan mogok beroperasi pada Senin ini karena menyesuaikan dengan jadwal demo pengemudi taksi di daerah lain di Jateng. Menurut dia, para pengemudi taksi berpelat nomor kuning di berbagai daerah di Jateng telah bersepakat menggelar demo secara serentak di daerah masing-masing pada 1 November. (Baca:

Pada hari itu sebagian pengemudi taksi lokal dari berbagai daerah juga akan berangkat ke Semarang untuk menyampaikan orasi di Kantor Gubernur Jateng. “Demo dan mogok beroperasi jadinya digelar pada 1 November biar serempak dengan teman-teman di daerah lain,” kata Pramono saat diwawancarai Solopos.com seusai rapat membahas agenda demo bersama para anggota dan pengurus Bantai Soloraya, Minggu (29/10/2017).

Pramono menyampaikan demo para pengemudi taksi lokal di Solo nantinya diikuti juga oleh para pengemudi angkuta. Dia menuturkan pengayuh becak dan tukang ojek pangkalan (opang) kemungkinan besar batal mengikuti demo karena masalah teknis, yakni pengunduran hari pelaksanaan demo. (Baca: Solusi Ini Diyakini Bisa Akhiri Polemik Taksi Lokal dan Online)

Pramono mengklaim alasan pengayuh becak dan tukang opang di Solo batal ikut demo karena masalah sikap atau pandangan Bantai Soloraya. Dia yakin pengayuh becak dan opang mempunyai tuntutan yang sama dengan pengemudi taksi lokal dan pengemudi angkuta. Pramono.

“Nanti yang ikut demo hanya pengemudi taksi lokal dan pengemudi angkuta. Teman-teman becak dan opang tidak jadi ikut karena acara kami undur. Pengemudi taksi dan pengemudi angkuta bersepakat tidak melayani dari pukul 08.00 WIB. Setelah demo, kami akan beroperasi lagi,” jelas Pramono.

Pramono menyampaikan pengemudi taksi lokal dan pengemudi angkuta bakal menggelar demo untuk meminta Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengawal tuntutan mereka hingga dikabulkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dia menegaskan pengemudi taksi lokal dan pengemudi angkuta yang tergbung dalam Bantai Soloraya menuntut Gubernur menetapkan 0% kuota taksi pelat hitam berbasis aplikasi online di Soloyara.

Tuntutan kedua, yakni pemerintah harus menindak tegas siapa saja yang melanggar Permenhub No. PM 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

“Kami akan berkumpul di Stadion Manahan. Setelah itu kami bersama-sama menuju ke Balai Kota Solo. Tujuannya kami ke Balai Kota untuk menemui Pak Wali. Kami meminta Pak Wali mengawal tuntutan kami untuk disampaikan ke Gubernur. Dalam audiensi sebelumnya, kami belum sempat bertemu langsung Pak Wali,” tutur Pramono.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…