Pemain Persis Solo Fadli Nasir (kedua dari kanan) berebut bola dengan pemain Persis Solo Eli Nasoka (kanan) saat mengikuti sesi latihan di Stadion Manahan, Solo, Selasa (24/10/2017). (Nicolous Irawan )
Minggu, 29 Oktober 2017 10:00 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Persis Solo Harus Bayar Rp40 Juta untuk Banding

Persis Solo harus bayar Rp40 juta untuk 4 kali banding atas sejumlah sanksi dari insiden di liga 2 beberapa waktu lalu.

Solopos.com, SOLO — Manajemen Persis Solo harus mengeluarkan biaya senilai Rp40 juta untuk mengajukan empat kali banding atas sanksi yang diterima eks pelatih Widyantoro, pelatih kiper I Komang Putra, dan masseur Mursyid Amiruddin.

Dana senilai Rp40 juta itu dibayarkan ke PSSI bersamaan dengan penyerahan memori banding pada pekan lalu. Memori banding setebal sekitar 7-8 halaman berisi bukti-bukti sangkalan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan tim pelatih dan masseur saat Persis Solo menghadapi Cilegon United baik di kandang maupun tandang.

“Satu pengajuan banding harus membayar Rp10 juta. Kebetulan banding untuk coach Wiwid [Widyantoro] diajukan dua kali karena dia dua kali menerima sanksi. Jadi totalnya kita harus bayar Rp40 juta untuk pengajuan banding ketiganya,” papar Manajer Persis Solo Damar A. Pranoto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (28/10/2017).

Hingga kini, manajemen Persis Solo belum menerima hasil banding yang diajukan kepada PSSI. Bila pengajuan banding itu tidak diterima PSSI, maka Persis Solo wajib membayar denda total senilai Rp233,7 juta. Angka tersebut berasal dari denda untuk Wiwid senilai Rp100 juta, untuk suporter senilai Rp33,7 juta, empat pemain (M. Wahyu, Zahrul Mila, Hendry Aprilianto dan Agung Supriyanto) senilai Rp40 juta, I Komang Putra senilai Rp30 juta dan Mursyid Rp30 juta.

“Dana itu sudah ada, tapi belum kami bayarkan karena kami masih menunggu keputusan banding,” ujar Pranoto.

Sementara itu, Pasoepati juga ikut andil untuk meringankan denda yang diberikan kepada Widyantoro. Setelah menggalang dana di berbagai kesempatan, Pasoepati mampu mengumpulkan dana sekitar Rp15 juta. “Dalam waktu dekat rencananya kami akan menyerahkan hasil penggalangan dana itu kepada manajemen,” papar Menteri Sosial DPP Pasoepati, Isnaini.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…