Ilustrasi e-KTP (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi E-KTP (JIBI/Solopos/Dok)
Minggu, 29 Oktober 2017 16:00 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Di Karanganyar Ada Warga Tanpa NIK & Identitas, Dispendukcapil Curiga

Dispendukcapil Karanganyar mengungkapkan masih adanya warga yang sama sekali tanpa identitas.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dispendukcapil Karanganyar meminta masyarakat peduli dokumen kependudukan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran. Pasalnya, ada beberapa kasus warga tanpa identitas yang menimbulkan kecurigaan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar, Suprapto, kepada Solopos.com, Minggu (29/10/2017). Suprapto menuturkan sejumlah masyarakat menunda-tunda mengurus dokumen kependudukan.

Dia memberikan contoh kasus di sejumlah wilayah di Karanganyar. Menurut dia, sejumlah keluarga di salah satu wilayah di Karanganyar sebelah tenggara belum memiliki kartu keluarga (KK). Kasus lain terjadi di Karanganyar sebelah barat.

“Pernah ada seseorang tidak memiliki data sama sekali. Belum punya NIK [nomor induk kependudukan], KK. Tidak ada sama sekali. Ini kan patut dicurigai. Apakah betul-betul penduduk [Indonesia] atau tidak,” kata Suprapto.

Selain KTP dan KK, Suprapto menyinggung tentang kepemilikan akta kelahiran. Dia memaparkan data 90% warga Karanganyar sudah memiliki akta kelahiran. Sisanya, belum. Dia tidak dapat memberikan alasan pasti perihal 10% warga Karanganyar yang belum memiliki akta kelahiran.

“Sudah punya akta kelahiran 90%. Selain akta kelahiran, ada juga program kartu identitas anak [KIA] bagi usia 0-16 tahun,” ujar dia.

Dia juga mengingatkan kejelasan dan konsistensi identitas warga pada dokumen kependudukan. Alasannya menyampaikan kepastian data kependudukan adalah agar warga tidak dirugikan karena perbedaan identitas pada dokumen kependudukan satu dengan lainnya.

“Seseorang namanya R. Di ijazah juga R. Merantau ke Jakarta, ganti nama. Menikah menggunakan nama baru. Nah, kesulitan urus akta kelahiran anak. Kami teliti data. Akhirnya dia pilih nama R. Tapi enggak bisa. Harus lewat penetapan pengadilan bahwa orang nama R dan nama pengganti itu orang yang sama.”

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…