Foto kebakran pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017). (Twitter/@infobencana)
Sabtu, 28 Oktober 2017 14:15 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Korban Tewas Bertambah, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Pabrik Petasan

3 Tersangka ditetapkan terkait kebakaran pabrik petasan Tangerang.

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka terkait kasus kebakaran pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Komplek Pergudangan 99, Jalan Raya Selembara, Cengklong, Kosambi, Tangerang, Banten, yang menewaskan puluhan orang dan melukai 46 orang.

Ketiga tersangka itu adalah pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyono, Direktur Operasional Andria Hartanto, dan tukang las Suparna Ega.

“Penetapan tersangka berdasarkan bukti, keterangan saksi dan olah TKP,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (28/10/2017), seperti dilansir Antara.

Argo mengatakan penyidik menjerat Indra Liyono dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan Pasal 74 junto Pasal 183 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Argo mengungkapkan Indra sebagai pemilik gudang mempekerjakan anak di bawah usia. Penyidik menemukan indikasi manajemen PT Panca Buana Cahaya Sukses mempekerjakan tiga anak di bawah usia dengan tingkat risiko pekerjaan yang tinggi.

Sedangkan Andria Hartanto dan Ega dikenai Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian, serta Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran. Penyidik menahan Indra dan Andria usai diperiksa, sedangkan Ega masih dicari polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Nico Afinta belum dapat memastikan keberadaan Ega, apakah dia termasuk korban yang meninggal dunia atau tidak.

Sementara itu, korban tewas akibat ledakan dan kebakaran pabrik petasan yang semula 47 orang bertambah satu orang lagi, sehingga totalnya kini jadi 48 orang. Korban terakhir yang meninggal adalah Nurhayati, 20.

Nurhayati meninggal dalam perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang hari ini. “Nurhayati dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.55 WIB. Saat ini sudah dibawa ke kamar jenazah,” ujar anggota Staf Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Lilik Kholidah, dikutip dari Okezone.com,

Nurhayati dirawat intensif di RSUD Kabupaten Tangerang sejak Kamis 26 Oktober lalu. Dia sempat ditangani di RSIA Bun, namun karena luka bakarnya terlalu parah sehingga dirujuk ke RSUD.

Nurhayati sudah dioperasi kemarin karena luka bakar yang dideritanya mencapai 80 persen. Namun, nyawanya tak terselamatkan. “Sudah operasi kemarin, terus kan memang ada luka bakar di seluruh tubuh terutama muka dan punggung. Mungkin infeksi dari luka bakarnya sudah menyebar ke seluruh tubuhnya sehingga tidak dapat tertolong lagi,” tutur Lilik.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…