Penjaga kios beras, Apri, menunjukkan beras yang dijual di kiosnya di lantai I Pasar Kota Wonogiri, Jumat (27/10/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Penjaga kios beras, Apri, menunjukkan beras yang dijual di kiosnya di lantai I Pasar Kota Wonogiri, Jumat (27/10/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Sabtu, 28 Oktober 2017 11:00 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Harga Beras Medium di Wonogiri Kota Lampaui HET Pemerintah

Harga beras medium di wilayah Wonogiri kota dijual lebih tinggi dibandingkan HET.

Solopos.com, WONOGIRI — Harga beras medium di wilayah kota Wonogiri melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Agustus lalu. Pedagang menaikkan harga eceran karena harga kulak dari distributor sudah tinggi.

Berdasar HET Pulau Jawa yang ditetapkan Mendag, harga beras medium di pasar rakyat Rp9.450/kg dan beras premium Rp12.800/kg.

Pantauan di Pasar Kota Wonogiri, Jumat (27/10/2017), beras medium dijual Rp10.500/kg-Rp12.000/kg atau lebih tinggi Rp1.050/kg-Rp2.550/kg dari HET. Pada sisi lain ada harga beras premium yang dijual kurang dari HET dan ada pula yang dijual melebihi HET.

Pedagang beras di lantai I Pasar Kota Wonogiri, Ny. Muchadi, menjual beras medium yang tingkat kepatahannya lebih banyak senilai Rp11.000/kg dan tingkat kepatahan lebih sedikit Rp12.000/kg. Beras premium jenis mentik dijual Rp13.000/kg. Menurut dia harga tersebut bertahan sejak sebulan terakhir. Sebelumnya beras tersebut lebih murah Rp500/kg.

Perempuan paruh baya itu mengaku menaikkan harga eceran agar tetap untung lantaran harga kulak dari distributor sudah naik. Dia tak mengetahui ihwal HET yang telah ditetapkan untuk mengendalikan harga beras.

Ny. Muchadi menilai harga jual yang ditetapkannya wajar karena beras dari tokonya putih dan bersih. “Harga segitu sudah lumrah dan pembeli tidak ada masalah,” kata dia.

Kios yang menjual beras di dekat kios Ny. Muchadi, menjual beras medium dan premium lebih murah. Penjaga kios, Tiwi, mengatakan beras medium di toko tempatnya bekerja dijual Rp10.500/kg untuk beras banyak yang patah dan Rp11.500 untuk beras lebih sedikit yang patah. Beras premium jenis mentik dijual Rp12.000/kg dan Rp12.500/kg sesuai tingkat kepatahan. Perempuan muda itu tak tahu banyak soal perkembangan harga beras di toko tempatnya bekerja.

Harga jual beras medium dan premium di wilayah kota kontras dengan di wilayah pinggir. Berdasar daftar harga kebutuhan pokok dari Pasar Baturetno, Jatisrono, dan Purwantoro, harga jual eceran beras medium jenis IR64 Rp8.000/kg dan premium dengan jenis yang sama Rp9.000/kg. Harga tersebut bertahan sejak awal Oktober ini.

Menurut Kabid Perdagangan, Wahyu Widayati, harga beras medium di wilayah kota lebih tinggi hingga melampaui HET karena permintaan pasar tinggi daripada permintaan di wilayah pinggir. Hal itu lantaran pemenuhan kebutuhan beras penduduk kota hanya mengandalkan dari pasar.

“Pada akhir tahun seperti sekarang biasanya harga beras naik tajam. Tapi dengan adanya HET, hal itu tidak terjadi, meski masih ada kenaikan harga yang melampaui HET. Artinya, HET efektif mengendalikan harga,” kata Wahyu.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…