Kupu-kupu yang menghebohkan dunia maya di Indonesia. (Istimewa/Facebook/Gandik) Kupu-kupu yang menghebohkan dunia maya di Indonesia. (Istimewa/Facebook/Gandik)
Sabtu, 28 Oktober 2017 19:30 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com/Newswire Sains Share :

Foto Viral Kupu-Kupu Aneh Unggahan Netizen Semarang Dibahas Media Asing

Dalam ulasan Live Science kupu-kupu tersebut bernama creatonotos gangis.

Solopos.com, NEW YORK – Laman Live Science membahas temuan kupu-kupu dengan bentuk tak lazim oleh seorang pria Semarang, Jawa Tengah. Kupu-kupu dengan tambahan bagian tubuh di bagian belakang itu menjadi viral setelah diunggah di Facebook.

Akun bernama Gandik itu mengunggahnya dalam bentuk tayangan video pendek, 19 Oktober 2017. Tampak bahwa hewan tersebut seperti sedang bersiaga dengan mengayunkan bagian tubuh belakangnya.

Dilansir Live Science, Jumat (27/10/2017), kupu-kupu tersebut bernama creatonotos gangis. Hewan ini biasa ditemukan di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Sementara bagian yang tampak seperti tanduk di belakang tubuhnya itu bernama coremata. Kupu-kupu itu berjenis kelamin jantan. Ia mengeluarkan coremata untuk menyebarkan aroma feromon yang digunakan untuk memikat betina.

Sementara bagi creatonotos gangis betina, aroma yang dihasilkan oleh sang jantan mungkin tak dapat menarik perhatiannya.

Kupu-kupu ini merupakan hama bagi petani. Sebab, saat menjadi ulat mereka kerap memakan tumbuhan padi, kedelai, dan jagung.Untitled

Creatonotos gangis? memiliki kulit berwarna coklat dan berbulu halus. Di bagian punggungnya, terdapat garis kuning dengan perut berwarna kemerahan. Meski demikian dalam beberapa kasus terdapat pula perut yang berwarna kuning. Lebar sayapnya sendiri berukuran sekira 4 cm.

Creatonotos gangis? betina memilik bentuk tubuh yang membulat dan berwarna kuning telur. Mereka biasanya membentuk koloni sebanyak 50 ekor dalam sebuah daun.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…