Penampakan sampah dari bawah laut (Caroline Photography) (1)
Jumat, 27 Oktober 2017 05:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Mengerikan, Ditemukan Lautan Sampah Seluas 8 Km di Laut Karibia

Sampah-sampah plastik mengubah perairan Karibia menjadi lautan plastik.

Solopos.com, KARIBIA — Sebuah foto tentang sampah di perairan Karibia belum lama ini viral di media sosial (medsos). Tak hanya puluhan atau ratusan sampah, foto tersebut menggambarkan lautan sampah yang sebagian besar styrofoam dan plastik.

Foto tersebut pertama kali diunggah oleh fotografer spesialis bawah laut yang tinggal di Pulau Roatan, Kepulauan Hondura, Caroline Power, Senin (16/10/2017). Dalam beberapa foto yang diunggah Caroline tampak kumpulan sampah mengambang di perairan Karibia. Sampah itu tampak membentah hingga puluhan meter.

Dilansir The Telegraph, Kamis (26/10/2017), Claire menjelaskan sampah-sampah itu berupa kantung plastik, garpu dan sendok plastik, hingga bungkus makanan dari styrofoam.

“Melihat suatu hal yang sangat saya kagumi dibunuh pelan-pelan karena sampah dari manusia adalah pengalaman yang tidak menyenangkan. Saat sampah sudah masuk ke laut akan sangat sulit dibersihkan,” ucap Caroline seperti dikutip The Telegraph.

Penampakan sampah dari bawah laut (Caroline Photography) (1)

Penampakan sampah dari bawah laut (Caroline Photography) (1)

Berdasarkan keterangan Claire sampah itu berada di antara Pulau Roatan dan dua pulau kecil Cayos Cochinos yang berlokasi kurang lebih 30 kilometer dari pantai Kota La Ceiba, Honduras. Daerah paling parah berada kurang lebih 24 kilometer dari Pantai Roatan.

“Saat itu kami sedang ada tur menyelam. Kami datangi tempat-tempat menyelam yang paling murdi di perairan Karibia. Namun dengan adanya sampah, perairan yang harusnya murni malah tak mendapat sinar matahari karena permukaannya tertutup sampah,” ucap Caroline.

Menurut Carloline, ia dan timnya sempat melewati lautan sampah seluas delapan kilometer. Setelah itu kumpulan sampah mulai mengecil namun di area yang luas.

Organisasi pemerhati lingkungan, Blue Planet Society menduga sampah-sampah tersebut berasal dari Sungai Motagua yang terbawa arus saat hujan lebat. Sungai yang berada di Guatemala itu sudah menjadi sumber polusi laut sejak dahulu.

Dalam keterangannya, Caroline menganggap salah satu solusi paling sederhana untuk menanggulangi hal itu adalah pengurangan penggunaan barang-barang yang terbuat dari plastik. Karena biaya dan usaha untuk membersihkan sampah plastik di laut tidak sedikit, sebisa mungkin sampah-sampah plastik jangan sampai mengalir ke laut

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…