Bupati Karanganyar, Juliyatmono [membawa piagam Muri] di Alun-alun Karanganyar, Jumat (27/10/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Bupati Karanganyar, Juliyatmono [membawa piagam Muri] di Alun-alun Karanganyar, Jumat (27/10/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Jumat, 27 Oktober 2017 19:43 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Masuk Muri, Pelajar Karanganyar Kalahkan Rekor Baca Puisi Tugu Monas Jakarta

Sekitar 27.000 pelajar membaca puisi serentak di Alun-alun Karanganyar catatkan rekor Muri.

Solopos.com, KARANGANYAR — Puluhan ribu pelajar di Bumi Intanpari membaca puisi serentak di Alun-alun Karanganyar, Jumat (27/10/2017) pagi. Jumlah peserta kegiatan cipta dan baca puisi merupakan yang terbanyak di Indonesia sehingga layak dicatat di Museum Rekor Indonesia (Muri).

Pemecahan rekor Muri itu diikuti 27.000 peserta. Selain itu, kegiatan itu juga diikuti Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar Rohadi Widodo beserta jajarannya pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Kegiatan yang ditujukan menyemarakkan Hari Jadi ke-100 Kabupaten Karanganyar itu juga diikuti beberapa seniman dan budayawan di Karanganyar dan sekitarnya.

“Jumlah peserta yang mengikuti cipta dan baca puisi kali ini melebihi target. Target awal 25.000 peserta. Ternyata jumlah di lapangan mencapai 27.000 peserta,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa, di sela-sela kegiatan.

Tarsa mengatakan seluruh puisi yang tercipta dan dibacakan ribuan peserta dikumpulkan menjadi satu di panitia penyelenggara. Sesuai rencana, puisi-puisi itu akan dibikin menjadi buku.

“Kalau sudah menjadi buku, akan disimpan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karanganyar. Semoga dengan cara seperti itu, koleksi puisi di Karanganyar semakin banyak. Tentunya dapat pula memajukan masyarakat agar semakin cerdas,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mempersilakan seluruh elemen masyarakat di Karanganyar untuk membuat puisi sesuai ide yang dimiliki. Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu terbuka menerima isi puisi yang dibuat setiap warganya, termasuk puisi berisi kritikan.

“Kegiatan ini menjadi ajang kreativitas untuk menggali potensi seni di Karanganyar. Silakan ciptakan dan bacakan puisi apa saja,” katanya.

Pada kesempatan itu, Juliyatmono membacakan puisi berjudul Karanganyarku, Karanganyarmu, Karanganyar Kita Semua. Sedangkan Rohadi Widodo membacakan puisi berjudul Kebahagiaanmu.

Perwakilan Muri, Widya, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan cipta dan baca puisi di Alun-alun Karanganyar ini merupakan yang terbanyak di Tanah Air. “Rekor terbanyak sebelumnya saat baca puisi serentak di Tugu Monas, Jakarta [diikuti 22.000 orang pada 2014],” katanya.

 

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…