Kepala Sekolah Steven menyapa murid-muridnya (Today.com) Kepala Sekolah Steven menyapa murid-muridnya (Today.com)
Jumat, 27 Oktober 2017 14:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Kalah Taruhan dengan Murid, Kepala Sekolah SD Tidur di Atap Gedung

Kepala sekolah membuat taruhan untuk memotivasi murid saat penggalangan dana.

Solopos.com, MINNESOTA – Sebuah sekolah setingkat SD di Minnesota, Amerika Serikat setiap tahunnya rutin mengadakan penggalangan dana bersama murid-muridnya. Karena acara tahunan itu mencapai target, kepala sekolah SD Forest bernama Steven Vercellino harus tidur di atap gedung sekolah.

Dilansir Today.com, Kamis (26/10/2017), Steven sengaja memotivasi muridnya sebelum acara penggalangan dana. Steven menantang muridnya agar bisa mencapai target penggalangan dana sebesar 20.000 dolar AS atau setara dengan Rp272 jutaan. Sebagai penyemangat, Steven bertaruh dirinya akan tidur di atas sekolah selama satu malam kalau target tercapai.

“Ini tentang bagaimana bersenang-senang bersama para murid dan membangun kesadaran bersosialisasi. Ini adalah taruhan win-win solution, sekolah dapat dana yang dibutuhkan untuk pengembangan, murid mendapat keseruan dari taruhan unik ini,” jelas Steven seperti dikutip Today.

Steven menepati janjinya, Kamis (26/10/2017). Ia sudah berada di atap sekolah sejak siang hari sebelum anak-anak pulang sekolah. Steven berbekal satu tenda, dan lampu baca sebagai penerangan. Di jam pulang sekolah, Steven disapa murid-murid yang tampak senang melihat apa yang dilakukan Steven.

Steven Vercellino tidur di atap gedung sekolah setelah kalah taruhan dengan muridnya (Today.com)

Steven Vercellino tidur di atap gedung sekolah setelah kalah taruhan dengan muridnya (Today.com)

“Murid-murid berteriak-teriak gembira saat melihat aksi Steven. Setiap anak yang keluar sekolah akan melambaikan tangan kepada Steven, ” terang Ketua Perkumpulan Wali Murid dan Guru SD Forest, Laura Nemeth.

Beberapa murid dan staf sekolah pun dikabarkan menjenguk Steven saat malam hari. Mereka ada yang membawa pizza atau minuman hangat. “Saya memiliki keluarga yang hebat di sekolah ini. Anak-anak ada yang membawakanku boneka Teddy, sehingga saya tidak tidur sendirian,” terang Steven.

Karena ramainya pengunjung dan media yang meliput , Steven mengaku hanya sempat tidur tak lebih dari dua jam.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…