Foto Google Street View (Instagram)
Jumat, 27 Oktober 2017 20:05 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internet Share :

Google Maps Tangkap Foto Almarhum Ayahnya, Pria Ini Minta Doa

Kisah unik kali ini tentang Google Street View menangkap foto anggota keluarga yang sekarang sudah meninggal.

Solopos.com, BANDUNG — Foto anggota keluarga tertangkap kamera Google Maps mungkin bukan hal baru. Namun bagaimana kalau anggota keluarga yang terfoto adalah mereka yang kini sudah meninggal dunia?

Kisah unik tersebut dialami pria asal Bandung, Jawa Barat yang memiliki akun Instagram @poloreza89. Awalnya ia mencari alamat rumahnya yang berlokasi di Magahayu Raya Bandung melalui layanan Google Maps. Ia terkejut karena mendapati ayahnya di foto Google Street View, padahal ayah pemilik akun @poloreza89 sudah meninggal dunia dua tahun lalu.

“Kaget pas searching alamat rumah di Magahayu Raya melalui Google Maps. Sosok almarhum bapak saya yang baru balik Salat Jumat terfoto Google Street View. Padahal beliau sudah meninggal dua tahun lalu. Kenapa secara kebetulan almarhum bapak saya yang terfoto , padahal di daerah saya banyak orang lain yang bisa terfoto.” tulis @poloreza89, Kamis (27/10/2017).

Meski sedikit mengkritik Google Street View yang belum memperbarui fotonya, Akun @poloreza89 bersyukur karena dapat melihat foto ayahnya saat masih hidup. Akun tersebut mengungkapkan sarung dan kopiah ayahnya sangat khas. Di akhir caption, @poloreza89 meminta warganet untuk mendoakan ayahnya.

“Saya minta doanya dari kawan-kawan semua ya, agar almarhum bapak saya bisa tenang di alam sana, Al-Fatihah,” lanjut @polorreza89.

Sejak diunggah hari Kamis hingga Jumat (27/10/2017) sore foto akun @poloreza89 itu sudah mendapat lebih dari 31.000 like. Namun, tanpa diketahui alasannya, akun tersebut menonaktifkan kolom komentar sehingga warganet tidak bisa mengekspresikan reaksi mereka.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…