Perayaan Yaqowiyyu di Kecamatan Jatinom, Kamis (26/10/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Perayaan Yaqowiyyu di Kecamatan Jatinom, Kamis (26/10/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 27 Oktober 2017 22:35 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

BUDAYA KLATEN
Pesan Saling Menghargai hingga Perang Lawan Narkoba di Yaqowiyyu Jatinom

Perayaan tradisi Yaqowiyyu di Jatinom, Klaten, membawa pesan agar masyarakat saling menghargai.

Solopos.com, KLATEN — Perayaan Tradisional Tahunan Yaqowiyyu di Kecamatan Jatinom, Klaten, resmi dibuka, Kamis (26/10/2017). Melalui perayaan itu masyarakat diajak saling menghargai dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Camat Jatinom, Sip Anwar, mengatakan tradisi Yaqowiyyu merupakan warisan budaya Ki Ageng Gribig atau Wasibakno dalam sejarah penyebaran Islam. Selain melestarikan kebudayaan, masyarakat diajak menggali dan mengenali jasa-jasa Ki Ageng Gribig kepada masyarakat.

“Masyarakat diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Semua etika, tindak tanduk, diatur oleh agama sehingga masyarakat lebih kondusif dan saling menghargai,” terang dia, saat ditemui wartawan di sela-sela pembukaan perayaan Yaqowiyyu di halaman Kantor Kecamatan Jatinom, Kamis (26/10/2017).

Tak hanya itu, pergelaran Yaqowiyyu dinilai berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat Jatinom. Contoh sederhananya adalah banyak warga yang menjual apam-apam di beberapa wilayah.

“Kalau dulu apam hanya ditemui saat Yaqowiyyu, sekarang setiap hari ada yang menjual apam. Kalau nilai perputaran uang selama perayaan kami belum mengkajinya,”beber dia.

Pada upacara pembukaan, pengunjung bisa menikmati pertunjukan marching band beberapa sekolah di Jatinom. Pada kesempatan itu pula diarak gunungan berisi aneka hasil bumi dan jajan pasar.

Bahkan, ada enam ondel-ondel ikut memeriahkan perayaan yang dikirab melalui Jalan Raya Jatinom itu. “Hiburan digelar selain untuk memeriahkan juga untuk memberikan ruang apresiasi kepada siswa-siswi sekolah atas jerih payah mereka berlatih selama ini.”

Tak hanya itu, lanjut Anwar, perayaan kali juga digelar seminar narkoba di Sanggar Seni Internasional Assomad, Minggu (5/11/2017). Seminar bakal dihadiri 300-an peserta dari unsur pelajar, perwakilan desa, dan masyarakat sekitar.

“Ini kali pertama ada seminar dalam perayaan Yaqowiyyu. Ini menjadi bentuk tanggung jawab moral untuk menyosialisasikan perang terhadap narkoba hingga pelosok,” tutur Sip Anwar.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…