Gambar spanduk pelarangan angkutan online di Bandara Adi Soemarmo (Facebook Anjar Anakcerdas)
Kamis, 26 Oktober 2017 21:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Salah Ketik? Spanduk Pelarangan Angkutan Online di Bandara Adi Soemarmo Jadi Gunjingan

Beredar gambar spanduk pelarangan angkutan online di Bandara Adi Soemarmo yang diduga salah ketik.

Solopos.com, SOLO — Kontroversi mengenai angkutan umum berbasis aplikasi online (angkutan online) belum juga mendapat titik terang. Di Kota Solo, angkutan online dilarang mendekati area-area seperti bandara dan stasiun. Namun, bukan hanya larangannya yang dibicarakan.

Belum lama ini muncul sebuah spanduk mengenai pelarangan angkutan online beroperasi di bandara. Namun spanduk tersebut malah menjadi bahan gunjingan dan bahan tertawaan warganet karena ada salah ketik.

Foto terkait spanduk yang diduga salah ketik itu diunggah pengguna akun Facebook Anjar Anakcerdas di grup Facebook Info Cegatan Solo dan Sekitarnya (ICS), Kamis (26/10/2017). “Lucu tenan iki lur. Penulisan salah masih aja dipasang. Sopir taksi bandara pekik tenan,” tulis Anjar Anakcerdas.

Kesalahan yang dimaksud adalah penulisan kata “penampung”. Kata itu harusnya tertulis “penumpang”. Berdasarkan Undang-Undang No.22 Tahun 2009 PP No.74 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 26 Tahun 2017, komunitas membuat spanduk melarang pelaku bisnis angkutan online menaikkan penumpang atau beroperasi di wilayah sekitar Bandara Adi Soemarmo.

Kesalahan tulis itu sontak mengundang komentar kocak dari warganet ICS. Ada yang menyayangkan pelarangan tersebut, ada yang menertawakan, hingga memberi sindiran. “Kurang Aqua lur sing gawe tulisan,” tulis Ari Kurniawan.

“Berarti menaikkan penumpang boleh itu,” tulis Tyas Susilowardhani.
“Wong yen ra percoyo karo rezeki soko sing gawe urip yo koyo ngono kui,” tulis Faris Setya Aji.
“Sing masang mesti obat e entek,” tulis Joe Joe Inginberubah.

“Kalau sudah seperti itu kan malah jadi bahan tertaweaan driver transportasi online,” tulis Surti Maharani.
“Kalau tidak salah, taksi bandara adalah bagian dari koperasi Auri yang anggotanya mungkin purnawirawan dan anggota TNI Au aktif. Monggo yang mau mengingatkan kalau berani.” tulis Mas Koen.

“Spanduk itu kan juga buatan manusia, jadi wajar kalau ada salah. Bagi yang tidak paham jangan asal komentar. Kalau mau protes langsung ke koperasi taksi bandara, pada berani ga?” tulis Susana Titik Marheni.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…