garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 25 Oktober 2017 06:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Begini Tanggapan Keluarga dan Tetangga soal Terduga Teroris asal Ponorogo

Keluarga melihat Koko merupakan sosok pria yang baik dan taat beribadah.

Solopos.com, PONOROGO — Penangkapan Hendastri Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir, 34, warga Desa Balong, Kecamatan Balong, Ponorogo, oleh Densus 88 Antiteror Mabes  Polri membuat keluarganya shock.

Seperti diketahui Koko merupakan salah satu dari sembilan terduga teroris yang dibekuk tim Densus 88 Antiteror pada Selasa (24/10/2017). Suasana sedih dan shock menyelimuti keluarga Koko di Desa Balong. (Baca: Pemuda Balong Ponorogo Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror)

Paman Koko menuturkan keponakannya tersebut merupakan sosok yang baik dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal itu dibuktikan dengan kerap menolong temannya yang sedang kesusahan.

Dia menuturkan Koko juga seorang pria yang suka bergaul dan bermasyarakat. Menurut dia, Koko kerap menjadi panitia kegiatan lomba-lomba yang diselenggarakan kampung, seperti lomba panjat pinang.

“Dia orangnya enggak neko-neko. Dia juga senang bergaul,” kata pria yang enggan disebutkan namanya itu saat berbincang dengan Madiunpos.com di rumah orang tua Koko di Desa Balong, Selasa sore. (Baca: Terduga Teroris Ditangkap di Balong dari Keluarga PNS)

Dengan sikap yang baik tersebut, dia mengaku tidak menyangka keponakannya diduga sebagai teroris. Saat mendengar kabar tersebut, dirinya juga sangat shock.

Tetangga Koko, Katmi, menuturkan Koko merupakan sosok pria yang baik dan rajin beribadah. Selama ini, Koko kerap mengikuti salat berjamaah di masjid maupun musala yang lokasinya hanya berjarak puluhan meter dari rumahnya.

Meski sering ke masjid, petani yang rumahnya berada di depan rumah Koko ini tidak terlalu mengenal kepribadian bapak tiga anak tersebut. Dia jarang berkomunikasi dengan Koko.

“Koko itu orang asli sini. Saya juga orang asli sini, tetapi saya jarang berkomunikasi dengannya,” ujar dia.

Mengenai penangkapan Koko dalam kasus terorisme, Katmi mengaku kaget dan tidak menyangka atas hal tersebut. Saat penggeledahan terjadi Katmi sedang berada di sawah.

“Saya tidak tahu ada apa. Tadi habis pulang dari sawah ada banyak polisi di sini,” kata dia.

Setahu dia, Koko bekerja di bidang pembangunan tower. Namun tidak jelas pekerjaan tersebut seperti apa. “Saya sering lihat dia [Koko] bermain handphone saat berada di rumah,” ujar Katmi.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…