Barang bukti dalam penggerebekan tambang capjiki digelar di meja penyidik Polsek Gemolong, Sragen, Selasa (23/10/2017) malam. (Istimewa/AKP Supadi/Polsek Gemolong) Barang bukti dalam penggerebekan tambang capjiki digelar di meja penyidik Polsek Gemolong, Sragen, Selasa (23/10/2017) malam. (Istimewa/AKP Supadi/Polsek Gemolong)
Selasa, 24 Oktober 2017 12:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PERJUDIAN SRAGEN
Polisi Gerebek Warung di Gemolong dan Bekuk Tambang Capjiki

Perjudian Sragen, polisi menggerebek warung yang digunakan capjiki.

Solopos.com, SRAGEN — Tim Unit Reserse Kriminal (Nitreskrim) Polsek Gemolong, Sragen, menggerebek warung yang terletak di Dukuh Mbulu RT 004, Desa Jatibatur, Gemolong, Sragen, Senin (23/10/2017) pukul 20.00 WIB.

Polisi kemudian menangkap Suroto Tri Mulyono alias Gondrong, 55, warga Dukuh Kedungdowo, Desa Somomorodukuh, Plupuh, Sragen, yang diduga sebagai tambang capjiki.

Informasi seputar penggerebekan dan penangkapan tambang judi disampaikan Kapolsek Gemolong AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman kepada solopos.com, Selasa (24/10/2017) pagi.

Supadi menyita barang bukti dari tangan Gondrong berupa selembar paito, dua buah spidol warna merah dan hitam, bolpoin, ponsel Nokia warna hitam, sebuah kupon, lima lembar kupon pembelian, selembar catatan nomor yang keluar, dan uang tunai Rp225.000.

“Penggerebekan warung itu bermula saat petugas mendapat informasi tentang adanya aktivitas tambang capjiki di wilayah Mbulu. Kami memerintahkan petugas untuk menyelidiki informasi itu. Hasil penyelidikan ternyata benar ada aktivitas tambang itu,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Sragen itu.

Gondrong digelandang ke Mapolsek Gemolong untuk pemeriksaan lebih dan proses hukum. Supadi menyampaikan terduga djjerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman penjara sampai lima tahun. Supadi juga meminta keterangan dua orang saksi, yakni Harsono, 39, dan Fajar, 20, warga Dukuh Wates Kidul, Jatibatur.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…