Permohonan Magang kids zaman now (Twitter) Permohonan Magang kids zaman now (Twitter)
Selasa, 24 Oktober 2017 14:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Bikin Geregetan, Begini Cara “Kids Zaman Now” Kirim Surat Lamaran

Kisah unik kali ini tentang surat lamaran mahasiswa atau pencari kerja zaman sekarang yang secara tata bahasa kurang tepat.

Solopsos.com, SOLO – Surat lamaran pekerjaan bagi pencari kerja atau surat permohonan magang bagi mahasiswa harusnya ditulis dengan bahasa yang baku, runut, serta sopan. Tapi sekarang banyak ditemukan pelamar pekerjaan atau pencari tempat magang yang mengirim lamaran dengan bahasa seenaknya.

Kisah unik namun bikin ngelus dada itu diunggah pengguna akun Twitter @risyiana, Senin (23/10/2017). “Attention kids, this is not how you apply to an internship. I repeat, this n,, ah sudahlah,” cuit @risyiana.

Dalam cuitannya, akun @risyiana melampirkan capture surat elektronik (surel) yang bertuliskan. “Halo gan, permisi numpang nanya, ada nggak program magang?” kirim akun surel Candra Pho.

Cuitan itu sontak mengundang warganet lain mengirimkan capture foto dengan permasalahan serupa. Akun @Jhadiprojo mengunggah foto surel pelamar pekerjaan yang mengirim permohonan tanpa pengantar apapun. Ia hanya melampirkan berkas dan meminta si pelamar ditempatkan di Bogor.

Lamaran pekerjaan kids zaman now

Lamaran pekerjaan kids zaman now

“Saya berdomisili di Bogor dan saya berharap bisa ditempatkan di Bogor,” tulis pelamar yang namanya disamarkan.

Foto-foto cara mahasiswa dan pencari kerja zaman sekarang saat mengirim surat lamaran mengundang komentar sinis dan kocak dari warganet. “Jawab aja, Sold Out Gan,” cuit @NanangHaikal.

“Hehe, saya sudah mendapat lebih dari 30 surel dengan modus yang sama,” cuit @OmFerri.

“Hah? Yang kayak gini lumrah sekarang?” cuit @risyiana.

“Kids zaman dulu lebih sopan,” cuit @OmFerri.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…