Kondisi mobil yang dikendarai Iptu Sumanto setelah tertabrak KA di perlintasan Mayang, Sukoharjo, Senin (23/10/2017). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos) Kondisi mobil yang dikendarai Iptu Sumanto setelah tertabrak KA di perlintasan Mayang, Sukoharjo, Senin (23/10/2017). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Senin, 23 Oktober 2017 19:37 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Mobil Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sukoharjo Terpental hingga 10 Meter saat Tertabrak KA

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sukoharjo meninggal dunia karena tertabrak KA.

Solopos.com, SUKOHARJO — Kepala Unit (Kanit) Dyaksa Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Sumanto, meninggal dunia karena tertabrak Kereta Api (KA) Pasundan jurusan Bandung-Surabaya di perlintasan kereta api tanpa penjaga di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Senin (23/10/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, Iptu Sumanto baru saja menyervis mobil Toyota Kijang Innova berpelat nomor AD 8903 GK warna hitam miliknya di bengkel Jl. Raya Gawok, Purbayan, Baki, dan sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, melewati palang pintu perlintasan kereta api tanpa penjaga tersebut.

Namun di tengah perlintasan mobil yang dikendarainya sendirian itu tiba-tiba terhenti. Iptu Sumanto tidak mengetahui ada KA Pasundan yang berjalan cukup cepat dari arah Jogja.

Tabrakan keras pun tak terhindarkan. Mobil yang dikendarai Sumanto terpental hingga 10 meter bersama Sumanto di dalamnya. Sumanto meninggal dunia seketika. “Kejadiannya cukup cepat. Saat kejadian, hanya mobil milik korban yang menyeberang jalur rel kereta api,” kata seorang saksi mata, Heru Budiyanto, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Selama ini, perlintasan palang pintu kereta api tanpa penjaga itu kerap dilewati pengguna jalan baik mobil maupun sepeda motor. Biasanya, para pengguna sepeda motor yang sering melewati perlintasan palang pintu kereta api tanpa penjaga itu. Namun, baru kali ini terjadi kecelakaan kereta berujung maut.

Kejadian itu menyedot perhatian warga setempat dan para pengguna jalan lain yang tengah melewati lokasi kejadian. “Kondisi mobil ringsek setelah tertabrak kereta. Beberapa menit kemudian, petugas baru datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban,” tutur dia.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Jaelani, mewakili Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta, mengatakan Iptu Sumanto diduga tak melihat datangnya kereta api lantaran pandangan matanya terganggu silau matahari. Saat kejadian, posisi mobil Iptu Sumanto tepat di tengah jalur rel kereta.

Korban menderita luka di sekujur tubuhnya saat mobilnya tersambar kereta api. “Dugaan awal pandangan matanya terganggu karena silau sinar matahari. Korban menjabat sebagai Kanit Dyaksa Satlantas Polres Sukoharjo,” papar dia.

Petugas langsung membawa mayat korban ke RS UNS, Pabelan, Kartasura. Setelah dimandikan, jenazah korban direncanakan langsung diserahkan kepada keluarga di rumah duka. Rencananya, Iptu Sumanto dimakamkan pada Selasa (24/10/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

 

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…