Kondisi mobil yang dikendarai Iptu Sumanto setelah tertabrak KA di perlintasan Mayang, Sukoharjo, Senin (23/10/2017). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos) Kondisi mobil yang dikendarai Iptu Sumanto setelah tertabrak KA di perlintasan Mayang, Sukoharjo, Senin (23/10/2017). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Senin, 23 Oktober 2017 17:42 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sukoharjo Meninggal Dunia Tertabrak KA

Kecelakaan lalu lintas antara kereta api dan mobil menyebabkan seorang polisi meninggal dunia di lokasi kejadian.

Solopos.com, SUKOHARJO — Kepala Unit (Kanit) Dikyasa Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Sumanto, menjadi korban kecelakaan lalu lintas antara kereta api (KA) dengan mobil di perlintasan tanpa palang pintu Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Senin (23/10/2017).

Informasi yang diperoleh Solopos.com, saat itu Iptu Sumanto mengendarai mobil Toyota Innova berpelat nomor AD 8903 GK. Salah seorang warga di lokasi kejadian, Elo, 40, menjelaskan mobil yang dikendarai Iptu Sumanto tertabrak kereta api dari arah Jogja.

“Korban datang dari arah utara hendak berbelok ke kanan. Namun, belum sempat menyeberang rel KA korban merasa silau dengan sinar matahari.”

Elo mengatakan Iptu Sumanto sempat keluar mobil saat mendengar KA akan melintas. Saat itu mobilnya sudah berada di rel dan mogok.

“Korban sempat keluar mobil karena mobil terhenti saat menginjak rel KA. Apa mungkin karena medan magnet sehingga mobil tidak bisa bergerak. Korban akhirnya tertabrak mobil miliknya yang terserat KA,” jelasnya.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Finan Sukma Radipta mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi membenarkan korban kecelakaan di perlintasan KA Mayang adalah Kanit Dikyasa, Iptu Sumanto. “Betul [korban] Kanit Dikyasa, kapan pemakamannya belum tahu. Saat ini saya masih di rumah sakit untuk mengurus jenazah yang sedang dimandikan,” katanya.

Dia mengatakan keluarga besar Satlantas dan Polres Sukoharjo berduka dengan kepergian Sumanto. Menurutnya, Iptu Sumanto adalah polisi yang berdedikasi tinggi. Kasatlantas belum bisa menjelaskan detail peristiwa yang merenggut nyawa anak buahnya itu.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…