Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu upaya menghindarkan diri dari diare. (JIBI/Dok)
Senin, 23 Oktober 2017 16:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

DKK Karanganyar Ingin Ada Fasilitas Cuci Tangan di Ruang Publik

DKK Karanganyar memandang perlu adanya fasilitas cuci tangan di lokasi PKL.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mewacanakan pembangunan fasilitas cuci tangan di ruang publik, terutama di lokasi pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, menyampaikan hal itu saat berbincang dengan solopos.com pada peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Minggu (15/10/2017).

Cucuk menuturkan kebiasaan cuci tangan masih menjadi persoalan mendasar penanganan perilaku hidup sehat.

“Sekarang problem kami fasilitas di tempat PKL. Kami berencana menggandeng dinas terkait untuk penyediaan fasilitas umum di lokasi kuliner. Tempat cuci tangan yang benar. Selama ini kan masih pakai kobokan. Itu tidak direkomendasikan,” tambah Cucuk, Senin (23/10/2017).

Cucuk memberikan gambaran tempat cuci tangan yang benar itu harus menggunakan air mengalir, minimal wastafel dan ada air mengalir. Tetapi, rencana pembangunan fasilitas cuci tangan harus memperhatikan estetika, saluran pembuangan, anggaran pemerintah, prioritas program, dan lain-lain.

“Itu salah satu terobosan untuk berjuang memahamkan masyarakat. Mereka harus difasilitasi. Makanya saya ajak ibu-ibu PKK dan semua elemen masyarakat terlibat. Tetapi menyediakan fasilitas itu memang perlu ditopang anggaran,” tutur dia.

Di sisi lain, DKK menggandeng sejumlah pihak menyosialisasikan perilaku cuci tangan menggunakan sabun. Salah satu pihak yang digandeng adalah Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Alasan DKK gencar menyosialisasikan perilaku cuci tangan menggunakan sabun adalah perilaku itu menyebabkan penularan penyakit apabila tidak dilakukan dengan benar.

“Yang disosialisasikan itu cuci tangan pakai sabun. Kami memberikan penekanan upaya yang dilakukan. Poin itu [cuci tangan menggunakan sabun] juga dicermati saat akreditasi fasilitas kesehatan. Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan dengan benar untuk menghindari penularan penyakit dan kontaminasi,” kata Cucuk.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…