Pernikahan dengan mahar saham (Instagram) Pernikahan dengan mahar saham (Instagram)
Minggu, 22 Oktober 2017 10:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

KISAH UNIK
Tak Biasa, 50.000 Lembar Saham Dijadikan Mahar Pernikahan

Kisah unik kali ini tentang pernikahan dengan mahar saham senilai Rp27 juta.

Solopos.com, YOGYAKARTA – Pernikahan pasangan bernama Idunk Ace Pradana dengan Annisa Diah Siswantari, Minggu (15/10/2017) viral di media sosial (medsos). Pernikahan yang dilakukan di Yogyakarta itu menarik perhatian karena Annisa diberi Idunk mahar berupa saham.

Kisah unik ini diunggah pengelola akun Instagram @indonesiastockexchange, Kamis (19/10/2017). Idunk memberi Annisa 50.000 lembar saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Tbk (SIDO) senilai Rp27.750.000. Saham itu dimiliki Idunk setelah menabung saham selama beberapa tahun.

“Salah satu teman kita di Yogyakarta sudah merasakan manfaat dari nabung saham. Minggu, 15 Oktober 2017, Idunk @acepradana dan Annisa @annisadiahs melangsungkan akad nikah di Yogyakarta dengan salah satu maharnya adalah saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Tbk (SIDO) senilai Rp27.750.000,-. Mahar tersebut merupakan tabungan saham milik Idunk sejak beberapa tahun yang lalu,” tulis @indonesiastockexchange.

Video proses ijab kabul dengan mahar berupa saham itu sontak ramai komentar warganet. Ada yang menganggap hal itu sebuah inspirasi, kreatif, hingga ada yang menyebut kalau saham SIDO  kini harganya sedang turun.

“Inspirasi banget ini,” tulis @melisaongkowijaya25.

“Emang mendingan mas kawin itu saham. Karena saham, aset, likuid bisa sekalian investasi juga. Ide bagus nih, menginspirasi,” tulis @kiranatsaniya.

“Tabungan saham sekarang buat beli Lambo atau modal nikah, hehe,” tulis @kevput35.

“Tapi mahar saham SIDO yang dipakai buat mahar ini lagi turun harganya,” tulis @lailaynakbaik.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…