Puing-puing bangunan toko sembako di Desa Kalangan, Klego, seusai terbakar, Minggu (22/10/2017). (Istimewa/ Mapolsek Klego) Puing-puing bangunan toko sembako di Desa Kalangan, Klego, seusai terbakar, Minggu (22/10/2017). (Istimewa/ Mapolsek Klego)
Minggu, 22 Oktober 2017 16:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KEBAKARAN BOYOLALI
Perhiasan dan Uang Ratusan Juta Rupiah Hangus Gara-Gara Obat Nyamuk

Kebakaran menghanguskan toko sembako di Klego, Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Toko penyedia sembilan bahan pokok (sembako) di Dukuh Kalangan, Desa Kalangan, Klego, Boyolali, terbakar pada Minggu (22/10/2017). Uang dan perhiasan senilai ratusan juta rupiah turut hangus dilumat si jago merah.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Mapolsek Klego, Minggu, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), insiden kebakaran itu dipicu obat nyamuk bakar.

Diduga karena kelalaian pemilik toko, obat nyamuk bakar itu menjilat bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam bangunan, salah satunya kasur. Api pun lekas membesar dan menjalar ke seisi bangunan di wilayah RT 001/RW 001 itu.

“Hasil penyelidikan kepolisian, kebakaran dipicu obat nyamuk bakar yang menjilat kasur lalu menyambar listrik dan seisi ruangan,” ujar Kapolsek Klego, AKP Nur Kholis.

Dalam sekejap, api melumat seisi bangunan yang sehari-hari digunakan sebagai toko sembako itu. Beruntung, dalam kejadian itu tak ada korban jiwa.

Pemilik toko, Sumadi alias Bagong, 45, dan keluarganya, Susiati, 35, selamat semua. “Saat kejadian itu, pemilik toko sedang beraktivitas melayani pembeli bensin di depan. Lalu ia melihat asap mengepul di belakang dan seketika membesar,” jelas Nur Kholis.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam berikutnya. Warga bersama petugas pemadam kebakaran bergotong royong memadamkan api. Namun, seisi bangunan tersebut sudah hangus menjadi abu.

Celakanya, perhiasan emas puluhan gram beserta uang tunai ratusan juta rupiah tak terselamatkan. “Ceritanya, pemilik rumah itu baru saja mengambil uang tunai dari bank. Katanya, buat tambah modal begitu,” tambah Kapolsek.

Hingga berita ditulis, korban masih shock berat. Polisi belum bisa memintai keterangan secara detail terkait kerugiannya. Diperkirakan, total kerugian akibat bencana kebakaran itu mencapai sekitar Rp800 juta.

“Ratusan juta kerugiannya. Soalnya, bangunan dan isinya, uang tunai serta perhiasan ikut terbakar,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, Kapolsek mewanti-wanti warga agar tak sembrono memakai obat nyamuk, khususnya jenis bakar. Apalagi, obat nyamuk bakar berada di lokasi berdekatan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar.

“Imbauan kedua, kalau menyimpan uang dalam jumlah besar sebaiknya di bank, jangan di rumah. Selain bisa memancing kejahatan, menyimpan uang banyak di rumah juga berpotensi hilang seperti kasus ini,” paparnya.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…