Siluet Gunung Agung di Bali terlihat dari pinggiran pantai Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (21/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Ahmad Subaidi)
Sabtu, 21 Oktober 2017 22:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Potensi Letusan Gunung Agung Lebih Besar dari Gunung Lain

PVMBG menyatakan potensi letusan Gunung Agung lebih besar dari gunung api lainnya di Indonesia.

Solopos.com, KARANGASEM — Gunung Agung hingga kini masih berstatus awas. Bahkan, gunung yang berada di Karangasem, Bali itu sudah mengalami 25.000 gempa.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG), Kasbani, mengatakan berdasarkan hasil analisis, frakturasi Gunung Agung itu sudah berkembang. Tak hanya itu, jalur pergerakan fluida pun sudah terbentuk.

“Berdasarkan kekuatan gempa utama kami juga bisa menentukan, mengestimasikan kira-kira berapa volume magma yang akan terinstruksikan ke atas. Berdasarkan gempa-gempa terasa yang kami analisis, gempa tersebut terbesarnya waktu itu ada 4,2 skala richter hingga 4,3 SR,” jelas Kasbani di Karangasem, Sabtu (21/10/2017), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Kasbani menambahkan, berdasarkan hasil penghitungan, ditemukan potensi volume letusan magma sekira 18 juta meter kubik. Jumlah tersebut pun tergolong besar dan bisa keluar semua dalam sekali letusan dan juga bisa juga secara bertahap.

“Jumlahnya yang 18 juta meter kubik. Itu belum termasuk batuan-batuan. Tentu ini sangat besar. Ini bisa terjadi sekalius bisa bertahap,” terangnya. Baca juga: Dipotret dari Drone, Retakan Kawah Gunung Agung Bali Meluas.

Saking besarnya, Kasbani bahkan menyebut potensi letusan Gunung Agung lebih besar dibanding gunung api lain di Indonesia. Hal tersebut yang membedakan Gunung Agung dengan gunung lainnya.

“Ini sangat besar, dan ini adalah jumlah yang sangat besar dibandingkan gunung api Indonesia di manapun. Gunung api yang lain tidak segitu, sudah terjadi letusan. Gunung Agung ini berbeda dengan gunung yang lainnya,” tandasnya.

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…