Persis Solo vs PSPS Riau (Twitter/@pasoepatinet)
Sabtu, 21 Oktober 2017 23:00 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

Persis Solo Dihantam Badai Sanksi, Pasoepati Siapkan Aksi

Badai sanksi yang menghantam Persis Solo membuat Pasoepati berencana menggelar aksi.

Solopos.com, SOLO — Badai sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang diterima Persis Solo tidak hanya membuat manajemen, pemain, dan tim pelatih geram. Sebagai suporter, Pasoepati pun dibuat kesal dengan badai sanksi yang tidak berkesudahan itu.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, mengaku ada desakan dari akar rumput supaya Pasoepati mengerahkan massa untuk menggeruduk Kantor PSSI di Jakarta. Namun, desakan itu ditolak olehnya karena aksi itu berpotensi menambah sanksi untuk Persis Solo.

Atas dasar itu, DPP Pasoepati menggelar rapat koordinasi bersama jajaran koordinator wilayah (korwil) yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persis Solo Langgeng Jatmiko pada Sabtu (21/10/2017).

“Rapat koordinasi yang digelar di Sekretariat Pasoepati itu digelar untuk menyikapi badai sanksi dari PSSI. Koordinasi ini membahas soal aksi apa yang sebaiknya kita lakukan,” jelas Ginda saat dihubungi Solopos.com, Sabtu. Lihat: Persis Solo Digembosi?

Ginda mengaku masih gagal paham dengan semua sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persis Solo. Dia menilai badai sanksi yang dijatuhkan kepada Persis itu merupakan permainan pihak-pihak yang tidak suka dengan lolosnya Laskar Sambernyawa ke babak delapan besar Liga 2.

“Pada prinsipnya, kami ingin menggelar aksi untuk menyikapi ini. Aksi yang nyaman tanpa menambah sanksi bagi Persis Solo. Kami juga tidak ingin aksi itu ditunggangi oknum yang tidak suka dengan Persis Solo hingga akhirnya berdampak buruk di kemudian hari,” ucap Ginda.

Ginda memastikan aksi itu bakal digelar pekan depan. Namun, dia belum bisa menyebutkan bentuk aksi yang dimaksud. “Mungkin itu berupa aksi keprihatinan atas badai sanksi yang diterima Persis. Tapi, bentuknya seperti apa, nanti akan kita bahas bersama teman-teman,” paparnya.

Hal utama yang dibutuhkan Persis Solo saat ini, kata Ginda, adalah dukungan moral untuk para pemain. Dia memahami sanksi dari Komdis PSSI itu telah membuat mental pemain jatuh. Dalam waktu dekat, Pasoepati berencana mendatangi para pemain untuk menyampaikan dukungan moral.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…