Remaja ketahuan bermesraan di Villa Park Banjarsari (Instagram) Remaja ketahuan bermesraan di Villa Park Banjarsari (Instagram)
Sabtu, 21 Oktober 2017 08:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Solo Share :

Bermesraan di Villa Park Banjarsari Solo, Muda-Mudi Ini Terciduk!

Kelakuan muda-mudi yang berpacaran di Monumen 45 atau Villa Park Banjarsari, Solo dianggap sudah berlebihan.

Solopos.com, SOLO – Villa Park Banjarsari merupakan salah satu taman kota yang dimiliki Kota Solo. Belum lama ini beredar kabar tak mengenakan mengenai taman tersebut. Beberapa petugas keamanan yang diduga hansip, menemukan beberapa pasang muda-mudi yang berpacaran kelewat batas di taman tersebut. Parahnya peristiwa itu terjadi siang hari dengan kondisi banyak anak-anak yang sedang bermain di taman.

Kabar tersebut diunggah di akun Instagram @ics_infocegatansolo, Jumat (20/10/2017). Sebuah foto yang diambil di taman bermain Villa Park Banjarsari menunjukkan beberapa pasang muda-mudi sedang diinterogasi petugas berseragam hansip.

“Gunakan fasilitas pemkot dengan bijak dan santun. Berikut adalah situasi yang tidak patut dicontoh. Beberapa pasang pemuda diinterogasi petugas, wajah mereka difoto dan jika diulangi lagi maka mereka akan diberi sanksi. Mereka pacaran kelewat batas. Parahnya, situasi taman ramai anak-anak yang sedang bermain, mereka melakukan hal yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak sekitarnya,” tulis @ics_infocegatansolo.

Foto tersebut mengundang komentar warganet. Bahkan ada yang mengaku melihat hal serupa di beberapa lokasi lain di Kota Solo.

“Biar kapok, muda-mudi zaman sekarang tidak punya sopan santun,” tulis @veronicaistyani.

“Di Alkid juga perlu ada satpol PP kayaknya. Horor banget ngeliatnya. Remaja zaman sekarang urat malunya mungkin sudah pada putus,” tulis @nhajuly88.

“Aku juga pernah lihat di Balekambang,” tulis @jalamindaabdoe.

Di Manahan juga banyak ini,” tulis @wildanalfiann.

 

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…