Water Barrier di Jalan Abu Bakar Ali Jogja akan digantikan dengan pembatas permanen, Jumat (20/10/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Water Barrier di Jalan Abu Bakar Ali Jogja akan digantikan dengan pembatas permanen, Jumat (20/10/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 20 Oktober 2017 20:55 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Separator di Jalan Depan Gereja Kotabaru Dipasang Permanen

Dinas Perhubungan Kota Jogja memasang separator permanen di Jalan Abubakar Ali No 1-2 (Samping Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru)

Solopos.com, JOGJA-— Setelah percobaan bongkar pasang separator jalan sementara yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Jogja di Jalan Abubakar Ali No 1-2 (Samping Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru) akhirnya dipermanenkan mulai, Senin (16/10/2017) lalu.

Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Jogja, P. Made Golkari Yuli, Dinas Perhubungan (Dishub) tidak akan lagi bongkar pasang water barrier di Jalan Abu Bakar Ali samping Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru. “Water barrier bewarna oranye tersebut akan digantikan dengan yang permanen, dibeton,” jelasnya.

Hal tersebut dinyatakan Golkari karena Dishub merasa riset dan sosialisasi dengan bongkar pasang Water Barrier yang telah dilakukan setahun belakangan itu cukup untuk menentukan posisi terbaik.

Golkari merasa posisi dipisahnya Jl. Abubakar Ali itu adalah posisi paling efektif. “Setahun lalu [bongkar pasang] itu dicari mana yang paling efektif, dan kondisi sekarang paling efektif,” jelasnya.

Golkari menambahkan bahwa Jl. Abubakar tidak akan dipisahkan seluruhnya. Dimana Dishub mengambil kebijakan untuk membuka salah satu perpotongan yang berada di samping Gereja Santo Antonius Kotabaru. “Itu tetap dibuka, untuk kenyamanan umat untuk beribadah,” katanya.

“Iya jika dirasa memungkinkan akan kita tutup dengan yang water barrier, ya kalau dipakai buat motong jalan kita tutup,” jawabnya terkait siasat lanjutan jika perpotongan itu disalahgunakan.

Adapun Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja, Komisaris Polisi Dwi Prasetyo menambahkan bahwa Water Barrier yang telah dipasang itu sering digeser oleh orang. Celah yang dibuat itu itu sering digunakan untuk memotong.

Maka ia menilai dengan digantinya pemisah jalan sementara dengan yang permanen akan membuat kendaraan tidak ada yang memotong dan membuat macet.

“Di sepanjang jalan itu markanya tidak terputus, harusnya tidak boleh melintasi marka,” jelasnya

Menurutnya saat musim liburan terjadi, lalu lintas yang diarahkan mengular memutari Stadion Kridosono itu tidak berjalan dengan baik. Pengendara yang usil dan memotong jalan itu membuat antrian kendaraan berhenti. “Kalau weekend  musim liburan jumlah kendaraan di Jalan Abubakar Ali padat, apalagi yang suka motong,”imbuhnya.

Ia berharap, dengan digantinya pemisah jalan yang telah diputuskan bersama oleh Dinas Perhubungan Kota Jogja dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman itu dapat mengatasi masalah pemotongan jalan yang membuat kemacetan. “Iya rencananya selesainya pada minggu depan,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…