Sejumlah warga mengeruk salah satu lokasi penambangan untuk dibuat parit agar kendaraan pengangkut pasir tidak bisa melintas masuk ke kawasan bantaran Sungai Progo di Desa Banaran, Galur, Jumat (18/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.) Sejumlah warga mengeruk salah satu lokasi penambangan untuk dibuat parit agar kendaraan pengangkut pasir tidak bisa melintas masuk ke kawasan bantaran Sungai Progo di Desa Banaran, Galur, Jumat (18/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Kamis, 19 Oktober 2017 08:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Tambang di Sungai Progo Bakal Tenggelamkan 150 Hektare Lahan

Ratusan hektare lahan pertanian terancam tenggelam

Harianjoagja.com, BANTUL— Ratusan hektare lahan pertanian di bantaran Sungai Progo terancam tenggelam. Area persawahan seluas 150-an hektare di Desa Poncosari, Srandakan tersebut terancam diterjang aliran sungai ketika curah hujan tinggi di musim penghujan. Hal itu disebabkan banyaknya tumpukan material batu koral di tengah sungai.

Sekretaris Desa Poncosari, Muhammad Cholil mengungkapkan, tumpukan material ini merupakan sisa-sisa penambangan pasir yang dilakukan oleh penambang modern milik pengusaha perorangan. Menurutnya, pihak penambang sengaja menumpuk material ini untuk memudahkan proses pengerukan pasir di tengah sungai. “Karena ada bantak [tumpukan batu koral] aliran air jadi ke timur semua, ke area persawahan,” katanya Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan ini kepada pemilik tambang, warga mendesak penambang segera membersihkan tumpukan material koral ini. Namun permintaan ini tak pernah digubris bahkan penambang terkesan mengacuhkannya.Saking jengkelnya, warga juga pernah melayangkan keluhan serupa kepada sejumlah pihak seperti DPRD DIY, DPRD Bantul dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). Namun, keluhan ini juga tak membuahkan hasil.

Keluhan senada disampaikan warga Dusun Babakan, Darisman. Selain mengancam ratusan hektare area pertanian, aliran Sungai Progo juga berpotensi menenggelamkan tiga dusun yakni Dusun Bibis, Ngentak, dan Babakan. Padahal menurutnya saat seperti ini yang belum memasuki puncak musim hujan, aliran Sungai Progo yang berbelok ke timur telah menyebabkan abrasi lahan pertanian milik warga Dusun Babakan. “Apalagi nanti, tanggul bisa jebol,” keluhnya.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…