Snapgram Warganet tentang curhatan si tukang koran (Instagram) Snapgram Warganet tentang curhatan si tukang koran (Instagram)
Kamis, 19 Oktober 2017 10:45 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Penjual Koran Viral Gara-Gara Secarik Kertas di Barang Dagangan

Tukang koran di Surabaya, Wilem Jesen Pitoy, viral karena curhat terlilit hutang puluhan juta kepada rentenir.

Solopos.com, SURABAYA – Tukang koran bernama Wilem Jesen Pitoy di Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi perbincangan warganet. Hal itu disebabkan tulusan curahan hati (curhat) Wilem yang menyatakan dirinya terlilit hutang puluhan juta dan meminta bantuan para dermawan untuk membeli koran dagangannya.

Curhat Wilem itu ia tuliskan di secarik kertas. Ia memperbanyak kertas curhat tersebut dan menyelipkan di koran-koran yang ia jual agar para pembeli membaca. Cara unik Wilem untuk meminta bantuan itu diunggah di snapgram pengguna akun @nadianathania.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (18/10/2017), @nadianathania membeli koran Wilem karena mendapat kabar tentang Wilem melalui internet. Ia mengimbau warganet yang melintas di area Wilem berjualan agar memberi bantuan dalam bentuk apapun.

Curahan Hati Wilem si Tukang Koran (Instagram)

Curahan Hati Wilem si Tukang Koran (Instagram)

Akun @nadianathania juga mengunggah kertas tulisan tangan yang berisi curhatan Wilem. Dalam curhat itu dituliskan Wilem yang merasa beban hidupnya sangat berat. Ia terpaksa hutang karena pada 2014 harus membayar biaya operasi istrinya.

Parahnya, Wilem hutang di rentenir. Jumlah yang awalnya Rp50.000 juta berbunga hingga Rp80.000.000. Awalnya, Wilem menggantungkan cara membayar hutang dengan hasil berjualan koran dan semuanya lancar di satu tahun pertama.

“Menginjak di tahun ke-2, koran saya penjualannya turun sekali. Saya harus mengangsur pinjaman dengan cara gali lubang tutup lubang sampai sekarang,” tulis Wilem dalam curhatnya.Karena membayar hutang dengan cara hutang di tempat lain, kini hutang Wilem sudah beranak pinak. Parahnya, semua hutang dilakukan dengan bantuan rentenir.

Curhat Wilem ini akhirnya viral dan menarik perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dalam unggahan di akun Instagram @indozone.id,Rabu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo, menawari Wilem sebuah pekerjaan di UPT yang dikelola Dinas Sosial. Kalau mau, Wilem bisa diangkat sebagai tenaga honorer dan mendapar gaji tetap sesuai UMK Kota Surabaya.

Pemkot Surabaya merespon curhatan penjual koran Wilem Jesen Pitoy. Pemkot menawarkan Wilem pekerjaan sebagai tenaga honorer di UPT yang dikelola Dinas Sosial. ? “Setelah membaca detikcom, saya langsung perintahkan staf mengecek ke rumahnya untuk melakukan pendataan,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo. Dilansir dari laman Detikcom, jika warga Surabaya, Supomo menegaskan pihaknya akan menawarkan pekerjaan kepada Wilem yang mengaku terlilit utang puluhan juta. ? “Akan kami tawari pekerjaan dengan gaji sesuai UMK Surabaya,” ungkap Supomo. Supomo juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah pernah menemui dua orang difabel yang mempunyai pekerjaan sama dengan Wilem. ? “Satu tuna rungu, satunya tuna netra. Keduanya melakukan hal yang sama berjualan koran di perempatan kemudian melampirkan curhatan agar mendapat bantuan dari pengendara,” ujar dia. Penyandang difabel tersebut saat ini bekerja di UPT Kalijudan dan seorang lagi bekerja sebagai penerima telepon ambulan Dinsos. Curhatan Wilem sempat viral usai netizen mengunggah di media sosial. Pria 46 tahun ini nekat curhat dengan menulis di secarik kertas yang dilipatgandakan dengan harapan ada bantuan yang mengalir atas masalah keuangan yang sedang membelitnya. Wilem mengaku menulis curhatan hidupnya karena roda perekonomiannya yang menurun. Ditambah lagi ia terlilit hutang kepada rentenir. Wilem mengaku mendapatkan ide untuk menyelipkan surat harapan itu setelah salat tahajud. Rupanya pesan itu cukup manjur hingga viral. Banyak warga Surabaya yang masih peduli. Bahkan, ada seseorang yang datang ke rumah Wilem dan berjanji hendak melunasi semua utangnya. ? “Iya, tadi jam tiga sore ada yang datang ke rumah, dari sukarelawan katanya. Dia minta ketemu sama rentenirnya juga sebagai bukti,” ujar Wilem, Selasa (17/10). ? Wilem mengaku, orang itu telah bertemu dengan rentenir dan menanyakan beberapa hal. “Tadi orangnya gak langsung kasih uang, tapi janji mau nutupin utang saya,” tutur Wilem. (Source: Detikcom) ? Follow, like, komentar dan tag temanmu untuk ikut bersama kita guys! #kamuharustau #indozone

A post shared by INDOZONE – INDOZONEMEDIA (@indozone.id) on

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…