Siswa SMK Muhammadiyah 2 Semarang dibina di halaman Mapolres Boyolali, Kamis (19/10/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Siswa SMK Muhammadiyah 2 Semarang dibina di halaman Mapolres Boyolali, Kamis (19/10/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Kamis, 19 Oktober 2017 19:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Dicurigai Hendak Tawuran, 57 Pelajar Semarang Diangkut ke Mapolres Boyolali

Sebanyak 57 pelajar asal Semarang diangkut ke Mapolres Boyolali karena diduga mau tawuran.

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak 57 pelajar SMK Muhammadiyah 2 Semarang diamankan petugas Polres Boyolali, Kamis (19/10/2017), karena diduga hendak tawuran dengan siswa sekolah di Boyolali.

Mereka tiba bersama-sama naik bus dari Semarang menuju Terminal Boyolali. Selanjutnya mereka menumpang truk dan turun di kawasan pertigaan Wika, Mojosongo, Boyolali.

Sesaat setelah turun dari truk sekitar pukul 16.30 WIB, mereka diketahui petugas Polres Boyolali yang sedang berpatroli dan melintas di kawasan itu. Petugas yang berpatroli menggunakan mobil dinas pun kemudian mendekati dan berhenti di dekat para siswa.

Mengetahui kedatangan petugas, sebagian siswa kabur tunggang langgang. Bahkan ada yang terjatuh ke got di sekitar lokasi.

Tak kalah sigap, petugas mengejar siswa yang lari dan menangkap mereka. Sementara petugas lain menghubungi Mapolres untuk meminta bantuan personel. Para siswa kemudian dikumpulkan dan digiring ke Mapolres.

Menurut pengakuan para siswa, mereka ke Boyolali tidak untuk tawuran atau nglurug siswa lain di Boyolali. Mereka hanya ingin bermain seusai mengikuti ujian tengah semester (UTS) yang selesai hari itu.

“Kami cuma mau main kok. Karena habis UTS pengin bareng-bareng berkeliling,” ujar salah satu siswa kelas 2, WHY, di Mapolres.

Namun dia juga mengakui selama perjalanan dengan truk dari Terminal Boyolali ke pertigaan Wika sempat dilempari batu oleh sekelompok pelajar berseragam yang diduga siswa sekolah asal Boyolali.

RFL, siswa lain, mengatakan hal serupa dengan WHY. Dia mengaku rombongannya sempat dilempari batu oleh serombongan siswa yang mengendarai sepeda motor. “Pas naik truk kami dilempari batu,” kata siswa kelas X ini.

Sementara itu, di Mapolres mereka dibina dan didata identitasnya. Mereka juga diminta menghubungi orang tua masing-masing menggunakan ponsel mereka.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi yang turut memberikan pembinaan mengatakan para siswa diantar ke Mapoltabes Semarang. Selanjutnya mereka akan dijemput guru sekolah dan keluarga mereka.

“Kedatangan mereka ini tidak jelas mau ngapain ke Boyolali. Mereka akan kami kembalikan ke Mapoltabes Semarang, nanti di sana dijemput sekolah dan orang tua,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…