ilustrasi.dok
Rabu, 18 Oktober 2017 14:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pakar Sebut Guru Bersertifikasi Tak Jaminan Berkualitas

Uji Kompetensi Guru (UKG) tidak menjamin dapat meningkatkan kualitas pengajar.

Solopos.com, JOGJA— Pengamat pendidikan menilai uji kompetensi guru (UKG) yang digulirkan Pemerintah Pusat selama beberapa tahun terakhir tidak menjamin dapat meningkatkan kualitas guru di daerah.

Pakar Pendidikan Prof. Rochmad Wahab mengatakan berdasarkan pengamatannya ada beberapa guru yang merasa keberatan dengan UKG, salah satunya karena target nilai 80.00. Menurutnya tidak mudah untuk menaikkan angka dari 50.00 menjadi 80.00 tersebut. Mengingat karakteristik orang dewasa serta guru yang didominasi usia tua merasa kesulitan untuk menjawab suatu pertanyaan seperti yang ada di UKG.

“Memang tidak mudah, sekalipun master, bahkan profesor saja kadang ada yang lupa menjawab soal seperti itu [di UKG], saya saja juga mungkin bisa lupa,” terangnya kepada Selasa (17/10/2017).

Selain itu, lanjut dia, dari jenis ujian pilihan ganda dalam UKG tersebut tidak terlalu signifikan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme guru. Kemudian efisiensinya tidak terjaga dengan baik, meski melibatkan banyak orang dalam proses tersebut. “Misal yang lulus [UKG] apakah mengajarnya [di kelas] akan lebih baik? enggak juga, apakah bisa menjamin mengajarnya menjadi lebih baik? enggak juga,” tegas mantan Rektor UNY ini.

Rochmat Wahab melihat belum adanya semangat dari para guru yang lulus UKG kemudian memiliki semangat mengajar di kelas. Padahal harapan pemerintah setelah lulus UKG tersebut dibuktikan dengan kinerja lebih baik, tanggungjawab dan melakukan tindakan lebih dalam proses belajar itu.

Oleh karena itu guru terutama yang telah mendapatkam tunjangan profesi perlu segera meningkatkan kualitasnya. Jika hal itu terus terjadi, bukan tidak mungkin guru yang lulus UKG dan telah mendapatkan tunjangan profesi mendapatkan kritik dari masyarakat. “Karena masyarakat berhak menanyakan itu, tunjangan itu juga kan didapatkan dari masyarakat yang membayar pajak,” imbuh dia.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…