Universitas Prasetiya Mulya. Direktur Pemasaran Universitas Prasetiya Mulya, Harold P. Hutabarat, saat menjelaskan tentang kegiatan roadshow kampusnya kepada para awak media di Hotel Crowne, Semarang, Senin (16/10/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Selasa, 17 Oktober 2017 03:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Semarang Share :

Universitas Prasetiya Mulya Tawarkan Program Pendidikan Ini ke Semarang

Universitas Prasetiya Mulya menawarkan program pendidikan yang sarat dengan entreprenurship atau kewirausahaan kepada warga Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Universitas Prasetiya Mulya, Senin (16/10/2017), menggelar media launcheon di Kota Semarang, Jawa Tengah. Program pendidikan yang pekat dengan entreprenurship atau kewirausahaan pun ditawarkan kepada warga ibu kota Jawa Tengah (Jateng).

“Sesuai dengan orientasi Universitas Prasetiya Mulya yang memang kental dengan bisnis,” kata Direktur Universitas Prasetiya Mulya Harold P. Hutabarat saat media launcheon perguruan tinggi itu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (16/10/2017).

Menurut dia, lulusannya yang telah menekuni dunia entreprenurship sebenarnya sangat banyak, tetapi Universitas Prasetiya Mulya melihat dari beberapa indikator bisnis yang sudah dijalankan oleh alumninya. Ia mencontohkan bisnis dan usaha yang dijalankan setidaknya sudah berjalan minimal 3-4 tahun baru dikatakan berhasil atau sukses dan dimasukkan dalam perhitungan lulusan yang sukses menekuni wirausaha.

Atas dasar itu, disimpulkan setidaknya 5%-10% lulusan Universitas Prasetiya Mulya menekuni wirausaha dan telah menjadi entrepreneur sukses. Mereka kini tersebar di berbagai daerah.  “Kami tidak hanya mengajari mereka [mahasiswa] bagaimana berbisnis, menangkap peluang bisnis, tetapi mereka juga difasilitasi berwirausaha dengan departemen-departemen yang kami miliki,” katanya.

Secara berkala, kata dia, ada kegiatan bernama entrepreneur day yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan plan business mereka, ditambah dengan investor day dengan mengundang kalangan investor. “Kami undang para calon investor, baik dari alumni, pengusaha, ataupun konglomerat. Di sini, bagaimana mahasiswa bisa mempresentasikan plan business-nya, produk, dan untuk menarik investor,” katanya sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.

Dalam even itu, kata dia, investor yang tertarik dengan rencana bisnis yang disusun mahasiswa melakukan kerja sama sehingga mahasiswa begitu lulus bisa langsung menjalankan bisnis yang telah dirancangnya. Selain itu, sambung Harold, fasilitasi yang dilakukan universitas dalam membimbing dan membantu para lulusan dalam mengurus berbagai perizinan untuk menunjang bisnis yang mereka jalankan, seperti izin usaha.

Universitas Prasetiya Mulia yang berada di Jakarta, kata dia, memiliki dua fakultas, yakni Prasetiya Mulya Business School dan School of Applied Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). “Untuk sekolah bisnis memiliki delapan jurusan, sementara STEM mempunyai enam jurusan. Selain menjadi wirausahawan atau pengusaha, banyak alumni kami yang sudah tersebar di berbagai perusahaan,” katanya.

[Baca juga Cari Calon Entrepreneur, Prasetiya Mulya Sambangi Semarang]

Ia menjelaskan sebenarnya Universitas Prasetya Mulia pada mulanya adalah sekolah tinggi ilmu ekonomi (STIE) yang sudah ada sejak 1982, kemudian bertransformasi menjadi universitas pada 2016. “Dengan orientasi bisnis yang kental, mahasiswa memang kami bekali dengan berbagai strategi bisnis, branding, hingga jalur distribusi penjualan. Namun, mahasiswa harus memiliki kepekaan lingkungan,” katanya.

Artinya, kata Harold, mahasiswa juga akan diterjunkan ke usaha-usaha kecil untuk penerapan plan business agar usahanya semakin berkembang, dan pada akhirnya akan dinilai hasil yang sudah dilakukannya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…