Dea Riskita memamerkan busana nasional Indonesia di ajang MGI 2017 (Instagram @officialputeriindonesia) Dea Riskita memamerkan busana nasional Indonesia di ajang MGI 2017. (Istimewa/Instagram/@officialputeriindonesia)
Selasa, 17 Oktober 2017 12:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Megahnya, Busana Nasional Indonesia Guncang Panggung Miss Grand International 2017

Kemegahan busana nasional yang dikenakan wakil Indonesia berhasil mengguncang panggung ajang Miss Grand International 2017.

Solopos.com, SOLO – Kostum nasional wakil Indonesia di kontes kecantikan kembali mencuri perhatian. Kali ini, kostum nasional bertema Ibu Pertiwi yang dikenakan Dea Goesti Rizkita di ajang Miss Grand International 2017 sukses memukau matab dunia.

Penampilan wanita yang meraih gelar Puteri Indonesia Perdamaian 2017 di sesi national costume Miss Grand International, di Vietnam, Kamis (12/10/2017), sangat memesona. Dia berhasil memamerkan keindahan Indonesia yang melekat di kostum seberat sekitar 37 kilogram.

Cara mendukung Dea Rizkita di MGI 2017 (Instagram @officialputeriindonesia)

Cara mendukung Dea Rizkita di MGI 2017 (Instagram/@officialputeriindonesia)

Perjuangan keras wanita kelahiran Bandung, 28 Juni 1993, itu berbuah manis. Kostum yang dikenakannya berhasil meraih voting terbanyak pada tahap pertama. Dalam voting yang dilakukan melalui akun Facebook resmi Miss Grand International sampai Minggu (15/10/2017), busana itu mendapat 7,3 juta suara. Jumlah itu unggul jauh dari wakil tuan rumah yang meraih 6,6 juta suara.

Kostum nasional yang dikenakan Dea merupakan karya tangan dingin Morpachio dan Maya Ratih. Keduanya bekerja sama membuat kostum megah yang merepresentasikan keindahan Indonesia. Busana  bernuansa biru dan emas itu memiliki detail yang sangat rumit.

Busana nasional Indonesia yang dipamerkan di ajang Miss Grand International 2017 (Officialputeriindonesia)

Busana nasional Indonesia yang dipamerkan di ajang Miss Grand International 2017 (Officialputeriindonesia)

Pada bagian punggung terdapat lingkaran besar yang diambil dari bentuk dasar bulan. Sebab, budaya timur memang sangat erat dengan lautan dan bulan. Lingkaran itu semakin indah dengan hiasan lima kristal biru. Kelima kristal itu merepresentasikan dasar negara Indonesia, Pancasila.

Tak lupa, sang desainer merancang mahkota berwarna keemasan yang memesona. Mahkota itu dilengkapi tiga kristal biru yang melambangkan kesempurnaan tubuh, jiwa, dan ruh. Ada pula lima kristal kuning sebagai simbol generasi muda harapan bangsa.

Busana nasional Indonesia di ajang Miss Grand International 2017 (Instagram @officialputeriindonesia)

Busana nasional Indonesia di ajang Miss Grand International 2017 (Instagram/@officialputeriindonesia)

Selanjutnya, ada sayap emas di pundak yang merupakan gambaran kelembutan, kekuatan, doa, dan nyanyian para leluhur. Sementara aksesori di bagian belakang menggambarkan Indonesia sebagai tulang punggung dunia. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan alam berlimpah. Selain itu, Indonesia merupakan negara yang sangat berpengaruh dalam pemetaan politik dunia. Kemudian, ada pula sabuk pada sayap lambang kesuburan dan persaudaraan yang erat.

Yayasan Puteri Indonesia terlihat sangat serius dalam kompetisi busana nasional itu. Buktinya, mereka menggandeng desainer yang sangat detail untuk mempersiapkan busana megah itu. Lihat saja, jari kanan Dea diberi aksesori seperti cakar panjang. Aksesori itu dibuat sebagai gambaran kebijaksanaan, keterampilan, dan jiwa yang mengayomi.

Bagian belakang busana nasional Indonesia di ajang Miss Grand International 2017 (Instagram @officialputeriindonesia)

Bagian belakang busana nasional Indonesia di ajang Miss Grand International 2017 (Instagram @officialputeriindonesia)

Aksesori keemasan itu sangat kontras dengan kain berwarna biru yang membalut tubuh Dea. Tak tanggung-tanggung, kali ini sang desainer memakai tujuh kain khas Nusantara, salah satunya batik motif mega mendung dari Cirebon, Jawa Barat. Ketujuh kain itu dipakai sebagai bukti keragaman budaya Indonesia. Warna biru dipilih untuk menggambarkan Indonesia sebagai Negara Maritim yang jaya.

Keindahan kain khas Nusantara itu berpadu manis dengan ornamen candi besar di bagian ekor. Busana itu memang sengaka dibuat memanjang ke belakang untuk memamerkan keindahan candi  megah yang banyak ditemukan di Indonesia. Candi itu menggambarkan perbedaan latar sosial budaya penduduk Indonesia.

Walaupun sangat berat dan rumit, busana itu tetap memperlihatkan kemolekan tubuh Dea. Bahkan, wanita asal Semarang, Jawa Tengah, itu terlihat sangat santai memamerkan busana yang dikenakannya. Dia masih bisa tersenyum dan menari dengan lincah meski memikul beban yang sangat berat.

Meski berhasil unggul, itu bukanlah akhir. Pihak Miss Grand International Organization kembali mengadakan voting tahap kedua untuk memilih 25 kostum terbaik yang bakal kembali diadu. Melalui akun Instagram resmi @officialputeriindonesia, Yayasan Puteri Indonesia meminta dukungan netizen. Mereka berharap netizen ikut andil agar Dea bisa lolos ke babak top 10 national costume.

“Vote national costume tahap dua sudah dimulai. Perjuangan belum selesai. Dear Indonesia, sekarang saatnya vote di tahap top 25 national costume agar @dearizkita bisa lolos ke top 10. Caranya, cari foto national costume Indonesia di album terbaru official fanpage Miss Grand International. Like dan share sebanyak-banyaknya. Vote dimulai hari ini, Senin (16/10/2017), sampai Jumat (20/10/2017) jam 21.00 WIB,” tulis pemegang akun @officialputeriindonesia.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…