Rambu Rawan Longsor Sejumlah anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari sedang memang rambu peringatan di Pantai Ngungap, Desa Kemadang beberapa waktu lalu. (Istimewa/FPRB)
Selasa, 17 Oktober 2017 00:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Kawasan Pantai Dipasangi Rambu, Kenapa?

Sedikitnya ada delapan rambu rawan longsor di sejumlah titik yang dinilai sebagai zona bahaya

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Datangnya musim hujan mulai diwasapai, pasalnya hal itu dapat mengakibatkan sejumlah bukit di sepanjang wilayah pantai mudah longsor. Untuk itu sejumlah rambu peringatan rawan longsor pun kini mulai dipasang.

Untuk mengantisipasi longsor di wilayah pantai, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari mulai memasang rambu peringatan. Rambu peringatan tersebut dipasang di sejumlah pantai seperti Pantai Baron, Kukup, dan Sepanjang, agar pengunjung di pantai tersebut dapat lebih waspada.

Aktifis FPRB Desa Kemadang Surisdiyanto mengatakan, pemasangan rambu dilakukan karena kekhawatiran akan terjadinya longsor. Pasalnya, beberapa waktu lalu terdapat tebing di sekitar Pantai Baron yang mengalami retak dan longsor.

“Dengan dipasang rambu peringatan, pengjung maupun warga sekitar tidak mendekati zona berbahaya longsor itu,” kata dia, Senin (16/10/2017).

Terlebih saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga tanah yang gembur akan rawan longsor. Sedikitnya ada delapan rambu rawan longsor di sejumlah titik yang dinilai sebagai zona bahaya.

Lanjutnya lagi, selain rambu rawan longsor, pihaknya juga memasang rambu untuk larangan merusak terumbu karang. Nantinya diharapkan para pengunjung tidak merusak batuan yang ada di sekitar pantai. “Ada dua rambu yang kami pasang untuk imbauan tidak merusak terumbu karang,” kata Surisdiyanto.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, pihaknya juga intensif melakukan pemantauan terhadap objek wisata pantai yang memiliki titik rawan longsor. Terlebih, pascalongsornya tebing Pantai Sadranan pada 2015 lalu menimbulkan korban jiwa. Ia langsung melakukan komunikasi dengan sejumlah ahli geologi. Hal itu untuk melakukan pemetaan terhadap titik rawan longsor.

“Menurut ahli geologi, kawasan Pantai Selatan merupakan batuan terumbu karang lunak dan mudah larut jika terkena ombak. Sehingga itu mengakibatkan mudah runtuh,” kata dia.

Untuk itu, setiap tahunnya rutin untuk memasang dan memperbaiki rambu peringatan longsor. Setiap tahunnya bersama dengan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihaknya memasang sekitar 50 rambu peringatan rawan longsor.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…