Kolam tambak udang tampak berdekatan dengan jalur jalan lintas selatan di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Rabu (7/1/2015). Keberadaan tambak nantinya tergusur proyek jalan karena lebar JJLS diperluas sampai 30 meter. (JIBI/Harian Jogja/Bhekti Suryani) Foto ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Bhekti Suryani)
Selasa, 17 Oktober 2017 12:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Hati-Hati Pesisir Selatan Sekarang Rawan Kejahatan

Kepolisian Bantul menyebut, sejumlah lokasi di wilayah ini rawan tindak kriminal.

Solopos.com, BANTUL— Kepolisian Resort (Polres) Bantul menyatakan, kawasan pesisir selatan Bantul, jalan arteri selatan serta Kecamatan Kasihan rawan tindak kriminalitas. Hal ini menyusul adanya kejadian wisatawan yang terkena tembakan senapan angin pada pelipis kiri saat berwisata di Pantai Samas Bantul, Minggu (15/10/2017) sore.

Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi menuturkan, kepolisian sudah lama mewaspadai tindak kriminalitas yang cukup tinggi di kawasan pesisir selatan. Pasalnya, kontrol pengunjung yang keluar masuk kawasan yang mayoritas diperuntukkan sebagai objek wisata tersebut cukup sulit dilakukan.

Wisatawan dalam dan luar daerah selalu berdatangan, sedangkan sweeping (razia) mustahil dilakukan setiap hari. Sejauh ini, menurut Imam, jajarannya sebatas melakukan pengamanan pada jam-jam ramai dan rawan saja yaitu selepas Pukul 21.00 WIB hingga dini hari. “Kalau mau diketatkan juga dilematis,” ujarnya Senin (16/10/2017).

Rawannya tiga titik tersebut, menurut Imam disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kawasan wisata, pusat perekonomian, sosio kultur masyarakatnya dan luas kawasan yang tidak berimbang dengan jumlah personel kepolisian. Beberapa hal tersebut berdampak pada sulitnya pengawasan dan tingginya angka kriminalitas.

 

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…