Buaya liar Sungai Lukulo di Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (17/10/2017). (Istimewa/Facebook) Buaya liar Sungai Lukulo yang memasuki sawah warga di Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (17/10/2017). (Istimewa/Facebook)
Selasa, 17 Oktober 2017 13:14 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com/Newswire Peristiwa Share :

Banjir Kebumen, Buaya Besar Sungai Lukulo Masuk Sawah Warga

Buaya seukuran tiga meter masuk persawahan warga lantaran meluapnya sungai Lukulo.

Solopos.com, JAKARTA – Hujan lebat selama berjam-jam menyebabkan sejumlah sungai termasuk sungai Lukulo di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, meluap. Meluapnya sungai Lukulo membuat seekor buaya ukuran besar masuk ke persawahan di pinggir sungai.

Penelusuran Solopos.com, Selasa (17/10/2017) pagi WIB, sejumlah foto dan video buaya berukuran sekitar tiga meter beredar via jejaring sosial dan broadcast sejumlah aplikasi chatting.

Salah satu foto memperlihatkan seekor buaya sedang berada di kawasan persawahan sementara warga tampak berusaha menangkap. Diketahui buaya dari sungai Lukulo masuk ke areal persawahan warga akibat meluapnya sungai Lukulo.

Sedangkan di video yang diunggah sejumlah akun Facebook dan Youtube memperlihatkan bagaimana buaya tersebut tampak melawan saat hendak ditangkap warga. Video yang diunggah dengan durasi tak lebih dari satu menit itu juga memperlihatkan bagaimana warga kesulitan mengamankan buaya.

Buaya liar Sungai Lukulo yang memasuki sawah warga di Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (17/10/2017). (Istimewa/Facebook)

Buaya liar Sungai Lukulo yang memasuki sawah warga di Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (17/10/2017). (Istimewa/Facebook)

Bahkan buaya liar tersebut terus berusaha merangsek untuk menyerang warga yang hendak menangkapnya.

Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, saat dihubungi Solopos.com via telepon, Senin siang, mengatakan bahwa benar ada seekor buaya seukuran sekitar tiga meter yang memasuki kawasan persawahan warga.

AKP Willy mengatakan salah seorang warga pertama kali melihat buaya tersebut di Dusun Pagak, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong. Warga yang sempat mengira buaya itu adalah biawak lantas memberitahu warga lain yang kemudian meramaikan lokasi.

Warga yang sempat berusaha menangkap buaya lantas kembali digiring ke sungai. Warga kesulitan saat melakukan upaya penangkapan.

Terkait hal ini, AKP Willy menghimbau warga untuk berhati-hati. Dia juga meminta warga untuk tidak menangani sendiri kemunculan buaya tersebut karena berbahaya.

“Kami langsung meluncur ke lokasi tersebut. Saya tadi himbau agar warga tidak menangani sendiri jika ada buaya seperti tadi karena itu sangat berbahaya, lebih baik menunggu petugas ahli yang berwenang,” kata AKP Willy.

Hingga kini pihak petugas polisi dan warga sekitar masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Banjir Kebumen

Dilansir Antara Jateng, Selasa, ratusan rumah warga di beberapa desa terendam banjir. Beberapa daerah yang terendam banjir antara lain Desa Sawangan, Seliling, Surotrunan, yang berada di Kecamatan Alian.

Sementara di Kecamatan Kebumen ada 3 desa yang juga terendam banjir yakni Desa Sumberadi, Candimulyo, dan Jatisari.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kebumen, Muhyudin mengatakan hujan terjadi sejak Senin malam hingga Selasa dinihari. Ketinggian air yang menggenang antara 50-100 cm. Namun demikian warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing dan belum bersedia diungsikan.

Ia mengatakan banjir tersebut selain menggenangi pekarangan rumah dan jalan, juga beberapa rumah ikut terendam, karena di beberapa titik ketinggian air mencapai satu meter.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir di kawasan selatan Provinsi Jawa Tengah itu.

Ia menuturkan wilayah Alian merupakan daerah langganan banjir, hampir setiap musim hujan terjadi banjir di daerah tersebut.

Ia mengatakan tingginya curah hujan juga mengakibatkan volume air di Sungai Luk Ulo meningkat dan ada seekor buaya di sungai tersebut naik di Desa Kedungwinangun, Kecamatan Kebumen.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…