sudirman-said-bersama-ulama Sudirman Said (paling kiri) saat menggelar halaqoh bersama para ulama se-Jateng di Ponpes Al Ishlah Assalafiyah di Desa Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jateng, Sabtu (14/10/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Tim media Sudirman Said)
Senin, 16 Oktober 2017 08:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Sudirman Said Kantongi Dukungan Ulama

Pilkada atau Pilgub Jawa Tengah (Jateng), salah satu bakal calon yang bersaing, Sudirman Said, mendapat dukungan para ulama.

Solopos.com, SEMARANG – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengklaim telah mendapat dukungan dari para ulama dan kiai dari berbagai pondok pesantren (ponpes) untuk maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Klaim itu disampaikan kubu Pak Dirman, sapaan Sudirman Said, seusai menggelar acara Halaqoh dengan sekitar 100 ulama dan kiai dari berbagai ponpes di Ponpes Al Ishlah Assalafiyah di Desa Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jateng, Sabtu (14/10/2017).

Di antara para ulama dan kiai yang  hadir itu antara lain KH Abdul Ghofur Maimun Zubeir dan KH Muhammad Wafi Maimun Zubeir.  Keduanya kakak beradik putra Mbah Maimun Zubeir, pengasuh Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang.

“Mari kita doakan agar Pak Dirman mendapat keberkahan dan kemudahan dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang,” kata KH Maghfur Idris, pimpinan Ponpes Hidayatul Muhtadin, Sragen, dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Minggu (15/10/2017)

Sementara itu, Sudirman merasa senang bisa bersilaturahim dengan para kiai dari 35 kabupaten dan kota di Jateng. “Apalagi didoakan ratusan kiai. Sungguh ini momen yang luar biasa,” kata Sudirman.

Bagi Sudirman, doa para kiai membuatnya makin percaya diri dalam menghadapi Pilkada atau Pilgub Jateng 2018. “Ini bekal spiritual yang penting dalam perjalanan saya untuk berkiprah di Jawa Tengah,” imbuh Sudirman.

Dalam forum itu Sudirman banyak mendapat pertanyaan dari para kiai. Mulai dari soal sikapnya terhadap full day school, kendaraan yang akan dipakainya untuk maju Pilgub, hingga kebijakannya untuk ponpes jika terpilih nanti. Sudirman berpendapat, semua persoalan ada jalan keluarnya. Asalkan pemimpinnya bekerja semata untuk kepentingan rakyat.

“Yang kadang susah mencari jalan keluar karena ada kepentingan pribadi dan kelompok. Nah kalau sudah ada konflik kepentingan, sulit mencari jalan keluar,” tutur Sudirman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…