Manajemen Persis Solo memperkenalkan Freddy Mulli (kedua dari kiri) sebagai pelatih kepala untuk menggantikan Widyantoro (kedua dari kanan) dalam jumpa pers di mes pemain, Senin (16/10). (JIBI/Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
Senin, 16 Oktober 2017 19:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Nonaktifkan Wiwid, Persis Solo Tunjuk Freddy Mulli Sebagai Pelatih

Liga 2 diwarnai dengan Persis Solo yang akan dilatih Freddy Mulli.

Solopos.com, SOLO – Manajemen Persis Solo mengambil langkah mengejutkan dengan menonaktifkan sementara Widyantoro sebagai pelatih kepala dan menggantinya dengan Freddy Mulli yang sebelumnya melatih PSS Sleman.

Langkah itu ditempuh menyusul turunnya sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang melarang pelatih yang akrab disapa Wiwid itu aktif dalam persepakbolaan dalam 12 bulan ke depan. Meski saat ini manajemen masih mengajukan banding, manajemen menganggap Persis Solo tetap membutuhkan seorang pelatih kepala untuk menghadapi babak delapan besar Liga 2.

“Sesuai arahan Pak Sigit [Komisaris Utama PT Persis Saestu], kami menaati putusan Komisi Disiplin PSSI. Jadi, untuk sementara Mas Wiwid kami parkir. Sebagai gantinya kami menunjuk Freddy Mulli sebagai pelatih kepala. Bukan kami tidak percaya pada asisten pelatih, tapi kami butuh seorang pelatih kepala yang ada di pinggir lapangan saat Persis bertanding,” ujar Wakil CEO Persis Solo, Dedi M. Lawe dalam jumpa pers di Mes Persis Solo, Senin (16/10/2017).

Freddy Mulli dipilih untuk menggantikan Wiwid karena dianggap manajemen Persis Solo sebagai pelatih senior yang penuh pengalaman. Menurut Dedi, ada banyak keunggulan dari Freddy Mulli dibandingkan pelatih lain. Menurut Dedi, manajemen Persis Solo melakukan pendekatan resmi untuk meminta tanda tangan Freddy Mulli sebagai penggangi Widyantoro.

Manajemen PSS Sleman, kata Dedi, sudah memberikan keterangan resmi terkait hijrahnya Freddy Mulli ke Persis Solo sebagai pelatih kepala. “Ini murni karena hasil penelitian manajemen, bukan rekomendasi dari siapapun. Kami tidak melihat dia dari timnya yang tidak lolos ke babak delapan besar,” ucap Dedi.

Saat disinggung bagaimana jika Komisi Banding (Komding) PSSI menerima banding yang diajukan manajemen Persis Solo, Dedi mengaku akan membahasnya dulu dengan manajemen.

“Kalau banding diterima, yang pertama saya ucapkan alhamdulillah. Nanti akan kami ambil keputusan melalui rapat. Pada dasarnya, kami masih menginginkan Mas Wiwid untuk kembali bersama tim. Sebab, kami sangat takjub dengan prestasi Mas Wiwid yang mampu membawa Persis melaju ke babak delapan besar,” jelasnya.

Meski dinonaktifkan dari kursi pelatih kepala, Wiwid tetap diminta berkoordinasi dengan Freddy Mulli dalam membesut M. Wahyu dkk. Freddy Mulli pun mengaku tidak akan mengubah karakter permainan Laskar Sambernyawa. Freddy tetap akan mengandalkan skema yang dibuat Wiwid yang membawa Persis Solo melaju ke babak delapan besar Liga 2.

“Saya hanya melanjutkan program dari Wiwid. Ini adalah masa transisi. Saya juga butuh bantuan Wiwid. Saya minta dia setir saya dari belakang. Lagi pula, niat saya datang ke sini ya ingin membantu Persis yang akan berjuang di babak delapan besar. Saya merasa terpanggil untuk membantu Persis yang ditinggal Wiwid karena ada masalah dengan Komdis PSSI,” ujar Freddy Mulli.

Sementara itu, Widyantoro menerima keputusan manajemen Persis Solo yang memberhentikan dia dari jabatan pelatih kepala. “Semua demi kebaikan tim untuk meraih mimpi indah kita bersama Persis Solo lolos Liga 1,” papar Wiwid dalam pesan singkat yang diterima Solopos.com.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…