Malcolm Applegate di rumah penampungan tunawisma di Greenwich (Odditycentral) Malcolm Applegate di rumah penampungan tunawisma di Greenwich (Odditycentral)
Senin, 16 Oktober 2017 23:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Tak Tahan Omelan Istri, Pria Ini Berkemah di Hutan Selama 5 Tahun

Kisah unik kali ini tentang pria asal Birmingham, Inggris yang tinggal di hutan selama lima tahun.

Solopos.com, BIRMINGHAM – Sabar mendengar omelan istri bisa dibilang menjadi kewajiban suami agar sebuah keluarga mampu bertahan. Namun, kewajiban itu sepertinya tidak ingin dilakukan oleh pria asal Birmingham, Inggris, Malcolm Applegate. Pria tersebut memilih tinggal di hutan selama lima tahun karena tak tahan omelan istrinya.

Dilansir Odditycentral, Senin (16/10/2017), pengalaman unik yang dilakukan Malcolm itu terjadi kurang lebih 10 tahun lalu. Malcolm yang kini berusia 62 tahun bercerita sebelum pelarian terjadi, dirinya menjalani hidup secara normal sebagai seorang tukang kebun. Namun kehidupannya berubah menjadi seperti tahanan kota saat ia menikah.

Dua tahun pernikahan Malcolm berjalan normal. Namun saat ia semakin sibuk sebagai tukang kebun, istrinya menjadi sering marah-marah. Malcolm sampai harus mengurangi waktu kerjanya karena istrinya semakin mengontrol kehidupannya. Di tahun ketiga, adu argumen antara Malcolm dan istrinya semakin menjadi.

Malcolm akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah menggunakan sepeda. Dari Birmingham, Malcolm menuju London. Sempat kehilangan sepeda karena dicuri, Malcolm melanjutkan perjalanan berjalan kaki. Tiga pekan dalam perjalanan, akhirnya Malcolm sampai di sebuah hutan dekat daerah Kingston, London. Di hutan tersebut Malcolm tinggal selama lima tahun.

Saya tinggal di hutan tersebut selama kurang lebih lima tahun. Saya ditemani dua orang lainnya yang juga mendirikan tenda di hutan tersebut. Selama tinggal di hutan saja bekerja sebagai tukang kebun di sebuah pusat komunitas,” jelas Malcolm.

Selama pengasingannya, Malcolm tidak pernah menghubungi keluarga atau teman. Hingga akhirnya setelah lima tahun berselang Malcolm pindah ke penampungan tunawisma di daerah Greenwich. Di situ ia menghubungi kakaknya, alhasil reuni emosional pun terjadi.

Kira-kira hampir 10 tahun lalu saya terakhir melihatnya. Saat kuhubungi dia bercerita sudah mengunjungi rumah penampungan yang dia ketahui untuk mencariku. Mereka akhirnya menyerah dan menganggapku meninggal dunia,” jelas Malcolm.

Kini Malcolm sudah tinggal di penampungan selama lima tahun dan terus berjalan dan masih menjadi tukang kebun. Meski masih jauh dari keluarga, kini komunikasi Malcolm dengan kakak dan kerabatnya sudah lancar.

 

 

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…