Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)
Minggu, 15 Oktober 2017 22:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Semarang Share :

Korupsi E-KTP Bisa Ganjal Ganjar di Pilgub Jateng 2018

Korupsi e-KTP menjadi bahan pertimbangan PDIP untuk kembali mengusung Ganjar Pranowo dalam Pilgub Jateng 2018.

Solopos.com, JAKARTA — PDI Perjuangan berpeluang mengusung kembali Ganjar Pranowo untuk maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018. Namun, segala aspek terus menjadi bahan pertimbangan bagi PDIP sebelum memastikan Ganjar kembali diusung, termasuk keterlibatannya dalam kasus korupsi e-KTP.

Kasus korupsi e-KTP menjadi salah satu hal yang menjadi bahan pertimbangan seiring kerapnya disebut nama Ganjar Pranowo dalam dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik. Dalam surat dakwaan kasus korupsi e-KTP oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua terdakwa, Irman dan Sugiharto, Ganjar disebut-sebut menerima suap senilai US$520.000. Penerimaan itu terjadi saat Ganjar masih menjadi pimpinan di Komisi II DPR.

“Bahwa Ganjar masih yang utama iya, tapi kan kami lihat seperti apa elektabilitas? Popularitasnya? Ramainya berita-berita e-KTP ini mengganggu apa enggak?” papar Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan saat dihubungi wartawan laman aneka berita Okezone, Sabtu (14/10/2017).

Menurut Trimedya PDIP selalu bekerja sama dengan polisi atau kejaksaan untuk mengecek rekam jejak kadernya yang hendak diusung maju dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada), termasuk Pilgub Jateng 2018. Karena itulah pemberitaan tentang e-KTP yang menyeret nama Ganjar Pranowo juga bakal menjadi perhatian PDIP untuk menentukan keputusannya.

“Tapi sampai sekarang, dari sejumlah lembaga survei Pak Ganjar masih nomor satu. ‘[Potensinya masih] 50%-60%,’ katanya,” papar Trimedya Panjaitan.

[Baca juga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Bersaksi]

PDIP, lanjut wakil ketua Komisi III DPR ini, tentu saja tak akan sembarangan memilih pendamping untuk Ganjar Pranoowo dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018 mendatang. Selain diutamakan kadernya sendiri, PDIP juga akan memilih pendamping bagi Ganjar yang bisa diproyeksikan menggantikan Ganjar pada periode berikutnya.

Hal itu dipertimbangnya PDIP mengingat Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2018 nanti adalah mencalonkan diri untuk periode keduanya menjadi gubernur Jateng. “Mudah-mudahan mereka nanti bisa berduet dan siap menggantikan pak ganjar, karena Ganjar kan ini periode ke dua. Ini yang kita hitung sampai sana. Jadi kader yang jadi wakil Pak Ganjar harus bisa gantikan pada lima tahun berikutnya,” terang Trimedya Panjaitan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…