Dermaga tambat perahu (kiri) yang kini tak dimanfaatkan oleh nelayan Pantai Samas sebagai dermaga wisata air laguna. (Harian Jogja/Arief Junianto) Dermaga tambat perahu (kiri) yang kini tak dimanfaatkan oleh nelayan Pantai Samas sebagai dermaga wisata air laguna. (Harian Jogja/Arief Junianto)
Jumat, 13 Oktober 2017 18:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Wisata Kuliner dan Air di Pengklik Terkendala Akses Jalan

Pengembangan kawasan Pengklik Pantai Samas terkendala akses jalan yang sempit dan kondisinya rusak

Solopos.com, BANTUL--Pengembangan kawasan Pengklik Pantai Samas terkendala akses jalan yang sempit dan kondisinya rusak. Padahal di kawasan tersebut telah dibangun beberapa sarana dan prasarana seperti taman dan warung apung.

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kwintarto Hadi Prabowo mengakui pengembangan kawasan yang dikonsep sebagai wisata kuliner dan air tersebut tersendat akibat akses jalan yang buruk.

Menurutnya, jalan yang terhubung langsung dengan JJLS tersebut tidak lagi representatif untuk dilewati. Pasalnya karena sempit dan sudah rusak, jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh rombongan wisatawan yang menggunakan bus. “Simpangan mobil juga tidak bisa,” ujarnya, Kamis (12/10/2017).

Namun Kwintarto menyebut belum dapat berbuat banyak untuk menyelesaikan permasalahan akses jalan menuju Pengklik tersebut. Sebab hingga kini pihaknya masih menunggu Perda Pantai Selatan (Pansela) yang mengatur peruntukan kawasan tersebut selesai disusun.

Menurutnya hingga kini Pemkab masih mengacu pada Perda No. 04/2011 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang masih dalam proses penyempurnaan dengan aturan baru.

“Draft sudah ada. Kami [Dinpar Bantul] dan Dinpar provinsi akan menyempurnakan itu [RTRW kawasan pesisir selatan] di 2018,” ucapnya.

Penyempurnaan RTWR, menurut Kwintarto, segera dikebut karena beberapa pihak sudah memunculkan wacana dan rencana pembangunan. Sudah seharusnya pembangunan di wilayah itu harus disesuaikan dengan peruntukan tata ruang dan konsep yang jelas, sehingga nantinya tidak ada simpang siur dalam pengembangannya.

Tetapi pihaknya telah menyiapkan dua alternatif pengembangan Pengklik Samas. Yaitu perbaikan jalan atau penggabungan akses dari Pantai Samas – Pengklik – Baros sehingga sekali berwisata para wisatawan dapat mengunjungi tiga destinasi sekaligus.

“Masih kita kaji karena perlu ada pembebasan lahan jika diputuskan akan ada perlebaran jalan,” katanya.

Tetapi Kwintarto memprediksi pengembangan Pengklik ini tidak dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, mengingat penyusunan Perda tentang kawasan biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 2-3 tahun.

Dikinfirmasi terpisah, Kepala Desa Srigading, Wahyu Widodo menyebut objek wisata Pengklik Pantai Samas tetap beroperasi seperti biasa dan tidak vakum. Begitu juga dengan warung apung yang tetap eksis sejak didirikan pada dua tahun yang lalu.

Terkait operasional, Pengklik Pantai Samas menurutnya dikelola pihak BUMDes. Wahyu juga mengklaim laporan keuangan Pengklik Pantai Samas yang disajikan setiap bulan belum pernah defisit. Bahkan, manajemen Pengklik Pantai Samas belum pernah telat menggaji 12 karyawannya.

“Tidak merugi kok,” katanya. Kendati begitu, ia tak menampik sarana infrastruktur di kawasan ini memang belum memadai. Kondisi jalan yang menjadi pintu masuk menuju obwis banyak yang berlubang dan sempit.

lowongan pekerjaan
SYNUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…