Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klaten melayani pelanggan di kantor setempat, Senin (21/3/2016). PDAM Klaten mulai memberlakukan reklasifikasi pelanggan, Maret 2016. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Jumat, 13 Oktober 2017 16:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

Siap-Siap, Rumah Sakit dan Perkantoran Kawasan Slamet Riyadi Solo Krisis Air

Pelanggan PDAM di kawasan Jl. Slamet Riyadi Solo bakal mengalami krisis air.

Solopos.com, SOLO — PDAM Solo bakal menggeser pipa transmisi diameter 450 milimeter (mm) di Jl. Slamet Riyadi ruas Kampung Gendengan-Timuran dan Jl. Dr. Supomo crossing Jl. Slamet Riyadi pada Rabu (18/10/2017) mulai pukul 08.00 WIB.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama PDAM Solo, Bayu Tunggul, mengatakan pekerjaan PDAM di lokasi proyek perbaikan drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo tersebut akan menimbulkan gangguan pelayanan kepada pelanggan.

Dia menyebut akan terjadi penurunan tekanan aliran air bersih ke rumah warga, perkantoran, perbankan, hotel, hingga Rumah Sakit (RS) di sepanjang Jl. Slamet Riyadi ruas Purwosari-Gladak saat dilakukan penggeseran pipa PDAM.

“Pelanggan PDAM di sisi utara dan selatan Jl. Slamet Riyadi akan terdampak pekerjaan penggeseran pipa transmisi, termasuk RS Kasih Ibu, hotel-hotel, dan perkantoran,” kata Bayu kepada Solopos.com, Jumat (13/10/2017).

Bayu mengatakan gangguan suplai air bersih kepada pelanggan PDAM di sepanjang Jl. Slamet Riyadi ditarget terjadi hanya sehari saat pipa transmisi PDAM di lokasi proyek perbaikan drainase oleh Pemkot Solo itu digeser. Dia belum bisa memastikan sampai pukul berapa gangguan aliran air tersebut bisa ditangani.

PDAM akan berupaya semaksimal mungkin agar dampak pekerjaan penggeseran pipa tidak sampai berlarut-larut. PDAM meminta maaf kepada para pelanggan PDAM di Jl. Slamet Riyadi atas gangguan suplai air bersih pada Rabu pekan depan itu.

“Kami akan cek terus kondisi di lapangan guna memastikan progres pekerjaan. Kami upayakan gangguan aliran air bisa tertangani secepat mungkin karena dampaknya agak besar. Banyak pelanggan PDAM di Jl. Slamet Riyadi. Air di RS Kasih Ibu juga dari PDAM. Hotel-hotel juga sama. Biasanya air PDAM di hotel untuk mengisis kolam renang,” terang Bayu.

Bayu menyampaikan PDAM sudah menerbitkan surat pengumuman tentang Gangguan Aliran Air Minum di Jl. Slamet Riyadi pada Jumat ini. Surat pengumuman yang ditandatangani Direktur Umum PDAM Solo, Agustan tersebut segera dibagikan kepada para pelanggan PDAM yang terdampak pekerjaan penggeseran pipa transmisi di Jl. Slamet Riyadi.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Jumat pagi, proyek pembangunan drainase di Jl. Slamet Riyadi sudah dimulai dengan menyasar bagian city walk. Pelaksana proyek membongkar paving, menggali tanah, hingga memasang box culvert drainase di sebagian Jl. Slamet Riyadi.

Proyek sudetan saluran drainase Jl. Supomo ke city walk Jl. Slamet Riyadi juga sudah mulai dikerjakan. Arus lalu lintas di depan Taman Sriwedari tersebut macet akibat pelaksanaan proyek tersebut. Hanya sebagian lajur jalan yang bisa dilalui kendaraan dari barat ke timur.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase DPUPR Solo, Arif Nurhadi, menerangkan proyek sudetan drainase Jl. Supomo akan dibuat bukan hanya sampai ke city walk Jl. Slamet Riyadi, tetapi hingga perempatan Ngapeman. Pelaksanaan proyek tersebut tomatis berdampak pada pembongkaran Jl. Slamet Riyadi maupun menerobos rel kereta api.

Pemkot akan membangun saluran drainase baru berdiameter 1,5 meter dengan kedalaman 1,5 meter. “Panjang pengerjaan sekitar 500 meter. Kami rencanakan pembangunan sudetan ini memakan waktu empat bulan sejak September lalu. Pembangunan sudetan drainase Jl. Supomo ke city walk ini sebagai upaya kami untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut,” terang Arif.

lowongan pekerjaan
OPRASIONAL,PEMASARAN,ADMIN HR,OFFICE BOY/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Jokowi Mengaku Hampir Jadi Orang Batak

Presiden Jokowi kembali melontarkan candaannya saat berkunjung ke Sumatra Utara. Solopos.com, MEDAN — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya akan sering bertandang ke Provinsi Sumatra Utara. Hal itu bukan hanya untuk mengecek progres proyek-proyek infrastruktur, tetapi ada hal lain yang…