Para “pejuang” berupaya melumpuhkan “tentara Jepang” dalam drama perjuangan memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang, di kawasan Tugu Muda, Jumat (14/10/2016) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Para “pejuang” berupaya melumpuhkan “tentara Jepang” dalam drama perjuangan memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang, di kawasan Tugu Muda, Jumat (14/10/2016) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Jumat, 13 Oktober 2017 18:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

SEJARAH SEMARANG
Ruas-Ruas Jalan Ini Ditutup Saat Peringatan Pertempuran Lima Hari

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang kembali diperingati di kawasan Tugu Muda.

Solopos.com, SEMARANG — Sejarah perjuangan para pahlawan saat mempertahankan Kota Semarang dari serangan tentara Jepang selama lima hari atau yang dikenang dengan Pertempuran Lima Hari Semarang kembali diperingati Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan peristiwa bersejarah itu akan kembali dipusatkan di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com dari Bagian Humas Pemkot Semarang, peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang tahun 2017 ini akan digelar selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu (13-14/10/2017), di sekitar Bundaran Tugu Muda. Dengan digelarnya kegiatan itu, praktis akses menuju Tugu Muda pun harus ditutup.

Penutupan jalan akan dilakukan dua kali, yakni saat geladi bersih upacara, pada hari Jumat, dan saat puncak acara, Sabtu pada pukul 17.00 WIB-21.00 WIB. Adapun ruas jalan yang ditutup meliputi lima ruas jalan yang berpusat di Tugu Muda, yaitu Jl. Pandanaran mulai Simpang Eka Karya, Jl. Pemuda dari Paragon Mall, Jl. Mgr. Soegijopranoto, Jl. Imam Bonjol hingga perempatan Jl. Pierre Tendean, serta Jl. dr. Sutomo hingga Polrestabes Semarang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari jalan protokol bundaran Tugu Muda dan sekitarnya pada hari Jumat dan Sabtu besok. Untuk itu, kepada warga masyarakat supaya mengambil jalur alternatif lain demi menghindari kemacetan,” terang Kabag Humas dan Protokol Kota Semarang, Achyani, dalam siaran pers kepada Semarangpos.com, Jumat.

Achyani menyarankan masyarakat yang hendak menyaksikan upacara peringatan Pertempuran Lima Hari Semarang untuk memarkir kendaraan dengan tertib di luar lajur yang ditutup, sehingga kemacetan tidak bertambah parah. “Adapun jalur alternatif yang dapat dilewati masyarakat adalah dari arah barat melalui Jl. Indraprasta yang dijadikan dua lajur selama geladi dan upacara peringatan berlangsung. Lalu lintas dari arah timur dapat belok ke Jl. Kiai Saleh dan Jl. Veteran”, lanjut Achyani.

Pertempuran Lima Hari di Semarang diperingati sebagai wujud penghormatan atas jasa para pahlawan khususnya para pemuda Semarang yang berjuang melawan penjajah Jepang. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dijadwalkan akan menjadi inspektur upacara. Sementara Komandan Dan Yon Arhanudse-15, Kapten Kav Syarif akan bertindak sebagai komandan upacara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PAHALA EXPRESS DELIVERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Jokowi Mengaku Hampir Jadi Orang Batak

Presiden Jokowi kembali melontarkan candaannya saat berkunjung ke Sumatra Utara. Solopos.com, MEDAN — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya akan sering bertandang ke Provinsi Sumatra Utara. Hal itu bukan hanya untuk mengecek progres proyek-proyek infrastruktur, tetapi ada hal lain yang…